Sintang Dalam Data

Daftar Makanan Khas Sintang yang Wajib Dicicipi, Cara Menyajikan Agar Lebih Nikmat

Sintang memiliki daftar makanan khas yang wajid dicipipi. Kekayanan kuliner yang dimiliki Sintang

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE/SID
MAKANAN - Sintang memiliki makanan khas Sintang yang wajib dicicipi dengan nilai citarasa yang menggugah selera. 

Ringkasan Berita:
  • Kekayanan kuliner yang dimiliki Sintang ini memiliki cita rasa tersendiri sebagai makanan tradisional unik dan penuh filosofi.
  • Beragam makanan khas Sintang lahir dari perpaduan hasil hutan, sungai, dan kreativitas masyarakat lokal dalam mengolah bahan alami menjadi hidangan bernilai tinggi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sintang memiliki daftar makanan khas yang wajid dicipipi.

Kekayanan kuliner yang dimiliki Sintang ini memiliki cita rasa tersendiri sebagai makanan tradisional unik dan penuh filosofi.

Beragam makanan khas Sintang lahir dari perpaduan hasil hutan, sungai, dan kreativitas masyarakat lokal dalam mengolah bahan alami menjadi hidangan bernilai tinggi.

Diantara makanan tersebut adalah tempoyak berbahan durian fermentasi, kerupuk basah yang kenyal, hingga lemang kantong semar yang unik, seluruh kuliner ini menjadi identitas budaya masyarakat Sintang yang diwariskan turun-temurun.

Makanan ini menjadi ciri khas yang dimiliki Sintang sehingga makan dimanapun akan teringat dengan Sintang itu sendiri.

Sebab dalam makannya terdapat ciri khas yang menggambarkan Sintang itu sendiri.

Baca juga: Gawai Dayak Sintang 2026 Digelar Akhir Juli, Panitia Siap Sambut Tamu dari Malaysia

Berikut Daftar Makanan Khas Sintang

1. Tempoyak Ikan Patin, Simfoni Fermentasi Hutan

Tempoyak menjadi bukti kecerdasan masyarakat Sintang dalam mengolah hasil alam, khususnya durian.

Saat musim panen raya tiba, durian tidak dibiarkan terbuang begitu saja, melainkan difermentasi menjadi bumbu masakan khas yang bernilai tinggi.

Bagi masyarakat lokal, tempoyak bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dalam keluarga.

Bahan utama tempoyak adalah durian fermentasi selama minimal tiga hari dengan sedikit garam.

Hidangan ini biasanya dipadukan dengan ikan patin sungai yang memiliki tekstur lebih padat dan rasa gurih alami dibanding ikan tambak.

Bumbu pelengkap terdiri dari kunyit, serai, dan cabai rawit melimpah.

Rasanya didominasi asam segar dari fermentasi durian, disusul manis samar dan sensasi pedas yang kuat.

Daging ikan patin yang lembut menyerap kuah tempoyak hingga menghasilkan perpaduan rasa khas Kalimantan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved