Dari 9 ke 17 Ekor, Usaha Sapi Kurban Irma Tumbuh Pesat Jelang Idul Adha

Penjualan sapi kurban di Kota Pontianak mengalami peningkatan menjelang Iduladha tahun ini.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
TERNAK SAPI - Penjualan sapi kurban di Kota Pontianak mengalami peningkatan menjelang Iduladha tahun ini. Salah satu peternak sapi, Irma (30), warga Jalan Petani Gang Harapan 4 Nomor 19A, mengaku usahanya menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, Senin 25 Mei 2026. 

Meski penjualan meningkat, ia mengakui adanya kenaikan biaya operasional yang turut memengaruhi harga jual, terutama akibat kenaikan ongkos transportasi dan pakan.

"Kenaikan angka dolar berpengaruh dalam penjualan sapi. Karena dari yang awal saya jual itu ada harga Rp19.000.000. Saya gak bisa jual segitu dikarenakan ongkos kapal," katanya.

Ia menyebut, ongkos pengiriman sapi mengalami kenaikan dari sekitar Rp1 juta menjadi Rp1,6 juta per ekor.

"Yang dulu satu sapi ongkosnya bisa Rp1.000.000, sekarang mau Rp1.600.000 satu sapi. Karena ongkos kapal yang mahal, pakan sama pengawalnya itu yang di kapal," tambahnya.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar juga berdampak pada biaya pakan.

"Karena tim-tim yang tukang ngambil rumput ini kan bilang minyak naik, lumayan lah ya ongkosnya gitu. Jadi benar-benar sangat berdampak," ujarnya.

Irma berharap pemerintah dapat membantu ketersediaan bibit sapi, khususnya sapi betina, guna mendukung peternak lokal.

"Harapan saya itu yang pertama dimulai dari bibit. Semoga bibit-bibit yang dari saya ambil Madura itu ya dari pulau Madura itu ditingkatkan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas sapi kurban sesuai syariat dan kesehatan hewan.

"Jadi buat saya sebagai penjual sapi kurban tidak sembarang menjual. Yang pertama saya mendapatkan sosialisasi dari dinas kota… ada beberapa syarat yang harus terpenuhi dalam kurban," jelasnya.

Irma memastikan sapi yang dijual dalam kondisi sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Ia juga rutin memberikan perawatan tambahan seperti jamu, vitamin, dan pakan berkualitas.

"Jadi saya tidak sembarangan menjual sapi kurban. Saya lihat dulu karena ini berhubungan dengan akhirat," tegasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved