Dari 9 ke 17 Ekor, Usaha Sapi Kurban Irma Tumbuh Pesat Jelang Idul Adha

Penjualan sapi kurban di Kota Pontianak mengalami peningkatan menjelang Iduladha tahun ini.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
TERNAK SAPI - Penjualan sapi kurban di Kota Pontianak mengalami peningkatan menjelang Iduladha tahun ini. Salah satu peternak sapi, Irma (30), warga Jalan Petani Gang Harapan 4 Nomor 19A, mengaku usahanya menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, Senin 25 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Salah satu peternak sapi, Irma (30), warga Jalan Petani Gang Harapan 4 Nomor 19A, mengaku usahanya menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, Senin 25 Mei 2026.
  • Irma mengungkapkan, jumlah sapi yang ia pelihara dan jual mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya sembilan ekor, kini menjadi belasan ekor.
  • Ia menjelaskan, usaha peternakan sapi yang dirintisnya masih tergolong baru dan dijalankan dari rumah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjualan sapi kurban di Kota Pontianak mengalami peningkatan menjelang Iduladha tahun ini. 

Salah satu peternak sapi, Irma (30), warga Jalan Petani Gang Harapan 4 Nomor 19A, mengaku usahanya menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, Senin 25 Mei 2026.

Irma mengungkapkan, jumlah sapi yang ia pelihara dan jual mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya sembilan ekor, kini menjadi belasan ekor.

"Alhamdulillah, untuk tahun ini penjualannya sangat naik dibanding yang 1 tahun yang lalu,"ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id.

Ia menjelaskan, usaha peternakan sapi yang dirintisnya masih tergolong baru dan dijalankan dari rumah.

Namun, perkembangan penjualan cukup pesat seiring meningkatnya permintaan.

"Karena usaha saya ini kan dirintis baru ya, baru di rumah saya di Jalan Petani Gang Harapan 4 nomor 19A. Jadi yang dulu hanya 9 ekor sapi, sekarang alhamdulillah udah 17 ekor sapi," jelasnya.

Menurut Irma, penjualan sapi tidak menentu setiap harinya, tetapi cenderung meningkat pada akhir pekan dan menjelang hari raya.

Baca juga: Masjid Raya Mujahidin Siapkan 27 Sapi Kurban, Jumlah Kambing Tahun Ini Menurun

"Dalam sehari penjualan sapi nggak tentu, terkadang sih kebanyakan Jumat, Sabtu, Minggu, kadang kan ada orang masjid, orang dinas-dinas, nyarinya tuh di ruang waktu luar jam kantor," katanya.

Ia menambahkan, mendekati Iduladha, permintaan bisa mencapai satu hingga tiga ekor per hari, bahkan dalam jumlah besar oleh instansi atau masjid.

"Kecuali kadang dah mepet-mepet kurang seminggu kayak kemarin, ada aja sehari 1, 2, kadang 3 ekor. Satu instansi tuh ngambil 3 ekor, ada satu masjid ngambil 5 ekor," ungkapnya.

Irma menyebut, total sapi yang disiapkan tahun ini mencapai 20 ekor, dengan sebagian dijual untuk kebutuhan daging di luar kurban.

"Tahun ini saya 20, cuma 3 ekornya saya jual sendiri buat jual di pasar ya..Jadi di tempat saya ini sisa 17-an gitu. Alhamdulillah laku semua tahun ini,"tuturnya.

Dari sisi harga, Irma menawarkan sapi dengan kisaran Rp21 juta hingga Rp27 juta, tergantung bobot yang mencapai 200 hingga 450 kilogram.

"Kalau punya saya ini harga dari Rp21.000-Rp27.000. Yang paling mahal Rp27.000 itu sekitar bobot 450 kg," jelasnya.

Meski penjualan meningkat, ia mengakui adanya kenaikan biaya operasional yang turut memengaruhi harga jual, terutama akibat kenaikan ongkos transportasi dan pakan.

"Kenaikan angka dolar berpengaruh dalam penjualan sapi. Karena dari yang awal saya jual itu ada harga Rp19.000.000. Saya gak bisa jual segitu dikarenakan ongkos kapal," katanya.

Ia menyebut, ongkos pengiriman sapi mengalami kenaikan dari sekitar Rp1 juta menjadi Rp1,6 juta per ekor.

"Yang dulu satu sapi ongkosnya bisa Rp1.000.000, sekarang mau Rp1.600.000 satu sapi. Karena ongkos kapal yang mahal, pakan sama pengawalnya itu yang di kapal," tambahnya.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar juga berdampak pada biaya pakan.

"Karena tim-tim yang tukang ngambil rumput ini kan bilang minyak naik, lumayan lah ya ongkosnya gitu. Jadi benar-benar sangat berdampak," ujarnya.

Irma berharap pemerintah dapat membantu ketersediaan bibit sapi, khususnya sapi betina, guna mendukung peternak lokal.

"Harapan saya itu yang pertama dimulai dari bibit. Semoga bibit-bibit yang dari saya ambil Madura itu ya dari pulau Madura itu ditingkatkan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas sapi kurban sesuai syariat dan kesehatan hewan.

"Jadi buat saya sebagai penjual sapi kurban tidak sembarang menjual. Yang pertama saya mendapatkan sosialisasi dari dinas kota… ada beberapa syarat yang harus terpenuhi dalam kurban," jelasnya.

Irma memastikan sapi yang dijual dalam kondisi sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Ia juga rutin memberikan perawatan tambahan seperti jamu, vitamin, dan pakan berkualitas.

"Jadi saya tidak sembarangan menjual sapi kurban. Saya lihat dulu karena ini berhubungan dengan akhirat," tegasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved