BMKG Peringatkan Potensi Rob 2 Meter di Pontianak, Warga Diminta Waspada

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Kalau ada apa-apa segera lapor ke RT, RW, atau lurah, supaya bisa sama-sama kita tanggulangi."

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
BANJIR DI SINTANG - BPBD Kabupaten Sintang memperbarui data banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sintang pada Minggu, 17 Mei 2026. BMKG Maritim Pontianak mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah Pontianak pada 20–21 Mei 2026. 

Kapolsek Silat Hulu, AKP Jaspian menyampaikan, hasil pantauan di lapangan ada empat desa yang terdampak banjir yaitu, Desa Landau Badai, Desa Nanga Ngeri, Desa Dangkan Kota, dan Desa Nanga Dangkan.

"Banjir yang terjadi merupakan, banjir kiriman dari wilayah hulu sungai, akibat meningkatnya debit air setelah hujan deras dalam beberapa hari terakhir," ujarnya.

Sedangkan ketinggian banjir di Desa Landau Badai (Dusun Sumber Maju dan Dusun Nanga Pengga), dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter. 

Sementara itu di Desa Nanga Ngeri, banjir merendam Jalan Dusun Pelita Jaya dan Dusun Kepala Gurung dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter. 

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Dangkan Kota, di mana genangan air setinggi 50 hingga 120 sentimeter merendam Jalan Poros Dangkan Kota–Bongkong, kawasan depan Mapolsek 

Silat Hulu serta pemukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Adapun di Desa Nanga Dangkan, banjir merendam Jalan Poros Dangkan Kota–Nanga Entibab dan Jalan Dusun Tanjung Harapan dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter di beberapa titik.

Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas kendaraan di sejumlah jalan poros desa dilaporkan lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain banjir, longsor juga terjadi di jalan poros Desa Riam Tapang Kecamatan Silat Hulu menuju Desa Landau Kumpang Kecamatan Hulu Gurung. 

Hingga saat ini masyarakat Desa Riam Tapang masih bergotong royong membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya, agar akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan, mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalur utama masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, personil Polsek Silat Hulu melaksanakan monitoring perkembangan banjir, puting beliung dan longsor, guna memastikan situasi masyarakat tetap aman dan terkendali.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan maupun longsor, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana.

"Kami terus melakukan monitoring situasi di lapangan guna memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga," ungkapnya. (rul/ags/ayu/peg)

Prihatin Banjir hinga Hanyutkan Rumah Warga

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, Anastasia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi banjir yang melanda  sejumlah kecamatan, terutama di Kayan Hulu dan Hilir.

Menurutnya, banjir yang kini tidak hanya merendam permukiman tetapi juga telah menghanyutkan rumah warga dan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Banjir kali ini sudah menimbulkan kerusakan rumah warga. Ini bukan hanya soal genangan, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan tempat tinggal masyarakat. Pemerintah harus  hadir cepat di tengah kondisi seperti ini,” ujar Anastasia.

Ia meminta BPBD bersama instansi terkait segera turun langsung ke lokasi terdampak, terutama desa-desa di sepanjang jalur Sungai Tebidah yang mengalami dampak paling berat. 

Selain pendataan, ia menilai kebutuhan mendesak seperti logistik, tempat pengungsian sementara, serta bantuan untuk korban rumah rusak harus segera disiapkan.

Menurut Anastasia, penanganan awal sangat penting agar masyarakat yang terdampak tidak menghadapi situasi sendirian.

“Saya menyarankan BPBD segera memperkuat koordinasi dengan camat, kepala desa, TNI-Polri, dan relawan untuk memastikan warga yang rumahnya rusak maupun yang masih terisolasi mendapatkan bantuan secepatnya. Jangan menunggu air semakin tinggi baru bertindak,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah jangka panjang, termasuk pemetaan daerah rawan banjir di bantaran sungai dan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, mengingat banjir di wilayah hulu Sintang kerap berulang saat curah hujan tinggi.

Anastasia berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama agar dampak banjir di Kayan Hulu dan Kayan Hilir tidak semakin meluas, serta warga yang terdampak segera mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Sintang, banjir telah merendam 35 desa di tiga kecamatan, yakni 14 desa di Kayan Hulu, 20 desa di Kayan Hilir, dan 1 desa di Kelam Permai. Wilayah yang dilaporkan paling parah terdampak berada di kawasan Nanga Laar dan Pakak.

Sementara itu, data dari jajaran kepolisian menyebutkan banjir di Desa Nanga Abai, Kayan Hulu, telah menyebabkan satu rumah hanyut total beserta isinya dan satu rumah lain bergeser akibat derasnya arus luapan Sungai Tebidah. Beruntung, seluruh penghuni rumah selamat dan tidak ada korban jiwa. 

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved