Waspada Banjir Rob di Pontianak, DPRD Pontianak Imbau Warga Hati-hati

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengatakan bahwa Pontianak memang memiliki kerawanan cukup tinggi terhadap naiknya permukaan air

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rivaldi Ade Musliadi
WAWANCARA - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, memberikan atensi serius terhadap kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak yang saat ini menghadapi tantangan pelik. 
Ringkasan Berita:
  • Fenomena pasang laut tinggi tersebut diperkirakan terjadi pada Rabu dan Kamis, 20 hingga 21 Mei 2026, terutama pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB. 
  • Kondisi ini dinilai berpotensi memicu genangan air di sejumlah kawasan rendah dan wilayah yang berada di dekat aliran sungai maupun pesisir.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Ancaman banjir rob kembali menghantui wilayah pesisir Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim mengeluarkan prakiraan adanya peningkatan pasang air laut dengan ketinggian yang diprediksi mencapai sekitar 2,0 meter dalam beberapa hari ke depan.

Fenomena pasang laut tinggi tersebut diperkirakan terjadi pada Rabu dan Kamis, 20 hingga 21 Mei 2026, terutama pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB. 

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu genangan air di sejumlah kawasan rendah dan wilayah yang berada di dekat aliran sungai maupun pesisir.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengatakan bahwa Pontianak memang memiliki kerawanan cukup tinggi terhadap naiknya permukaan air, baik akibat pasang laut maupun tingginya intensitas hujan.

Menurutnya, kondisi geografis Kota Pontianak yang berada di dataran rendah membuat air lebih mudah meluap ketika terjadi kombinasi pasang laut dan curah hujan tinggi. 

Banjir di Kayan Hulu Sintang, Satu Rumah Warga Hanyut dan Satu Bergeser

Situasi tersebut kerap menyebabkan genangan di sejumlah titik permukiman warga.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama DPRD Kota Pontianak terus melakukan berbagai upaya pencegahan guna mengurangi risiko banjir rob. 

Salah satu langkah yang dilakukan ialah normalisasi dan pengerukan parit serta saluran drainase di sejumlah kawasan yang selama ini rawan tergenang air.

Selain penanganan infrastruktur, masyarakat juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir pasang. 

Warga diimbau untuk memperhatikan jadwal pasang tertinggi dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Satarudin meminta masyarakat tidak menunda pelaporan apabila menemukan genangan yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. 

Ia berharap koordinasi antara warga dengan perangkat RT, RW, hingga kelurahan dapat berjalan cepat agar penanganan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Dengan adanya peringatan dini dari BMKG Maritim tersebut, masyarakat Pontianak diharapkan lebih waspada, terutama warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan daerah rendah yang selama ini sering terdampak banjir rob saat pasang air laut meningkat.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved