BMKG Peringatkan Potensi Rob 2 Meter di Pontianak, Warga Diminta Waspada
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Kalau ada apa-apa segera lapor ke RT, RW, atau lurah, supaya bisa sama-sama kita tanggulangi."
Selain itu, BMKG juga menyarankan agar seluruh masyarakat dapat mengikuti perkembangan terbaru (update) peringatan dini banjir ROB dan informasi cuaca lainnya di Maritim BMKG.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengingatkan bahwa secara geografis Pontianak memiliki kerentanan terhadap kenaikan muka air.
"Pontianak memang berada di bawah permukaan air laut. Air pasang atau curah hujan tinggi pasti air naik," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah bersama DPRD telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak banjir, di antaranya melalui pengerukan parit-parit di sejumlah titik di Kota Pontianak.
Selain itu, Satarudin juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada waktu-waktu puncak pasang yang telah diprakirakan.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Kalau ada apa-apa segera lapor ke RT, RW, atau lurah, supaya bisa sama-sama kita tanggulangi," katanya.
35 Desa Terendam
Sementara itu, banjir telah melanda Kabupaten Sintang sejak pertengahan Mei 2026, dengan puncak genangan dilaporkan semakin parah pada Minggu, 17 Mei 2026. Bencana ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari
BPBD Kabupaten Sintang memperbarui data hingga Minggu siang, jumlah desa terdampak meningkat signifikan dari laporan awal menjadi 35 desa di tiga kecamatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, menyampaikan bahwa wilayah paling parah terdampak banjir berada di Kecamatan Kayan Hulu dan Kecamatan Kayan Hilir.
Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD, banjir kini merendam 14 desa di Kecamatan Kayan Hulu, 20 desa di Kecamatan Kayan Hilir, serta 1 desa di Kecamatan Kelam Permai.
Benyamin menjelaskan, kondisi paling parah dilaporkan terjadi di wilayah Nanga Laar dan Pakak, yang berada di kawasan Kayan Hulu dan Kayan Hilir. Kenaikan debit air dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai dalam beberapa hari terakhir.
“Data sementara sekitar 35 desa terdampak banjir. Yang paling parah di Kayan Hulu dan Kayan Hilir, khususnya wilayah Nanga Laar dan Pakak,” ujar Benyamin.
Tim reaksi cepat BPBD saat ini masih melakukan koordinasi dan pendataan lanjutan di lapangan untuk memastikan jumlah warga terdampak, kondisi permukiman, serta akses transportasi yang terputus akibat genangan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan genangan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan masih terjadi di wilayah hulu karena berpotensi menambah tinggi muka air di sejumlah desa terdampak.
Dampak curah hujan, membuat sejumlah desa di Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, mengalami banjir, sehingga merendam ruas jalan dan pemukiman warga setempat.
Desa yang terendam banjir terutama wilayah pinggir sungai, dan banjir terjadi sejak Sabtu 16 Mei 2026, akibat curah hujan di daerah perhuluan sungai.
Banjir dan Longsor
BanjirRob
banjir
BMKG
SungaiKapuas
KapuasHulu
Sintang
BencanaAlam
WaspadaBanjir
CuacaEkstrem
InfoBencana
| Jadwal Puncak Banjir Rob Pontianak Mulai 19 Mei 2026, Pasang Air Laut Diprediksi 2 Meter |
|
|---|
| Cuaca Kalbar Besok 19 Mei 2026 di 14 Daerah! Pontianak dan Kubu Raya Diguyur Hujan |
|
|---|
| Waspada Banjir Rob di Pontianak, DPRD Pontianak Imbau Warga Hati-hati |
|
|---|
| Timbulkan Kerusakan Parah, DPRD Sintang Minta BPBD Sigap Tangani Banjir di Kayan Hulu |
|
|---|
| Banjir di Kayan Hulu Sintang, Satu Rumah Warga Hanyut dan Satu Bergeser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Banjir-Sintang1805.jpg)