BMKG Peringatkan Potensi Rob 2 Meter di Pontianak, Warga Diminta Waspada
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Kalau ada apa-apa segera lapor ke RT, RW, atau lurah, supaya bisa sama-sama kita tanggulangi."
"Banjir sudah biasa masuk rumah, seperti tahun lalu ,” katanya.
Ia menjelaskan, kejadian itu terjadi karena kondisi air sedang pasang yang disertai hujan dan angin yang kencang. Dengan adanya kondisi tersebut, ia pun mengaku telah siap mengantisipasi kondisi-kondisi tersebut.
"Ya kalau antisipasi si kayak biasa saja. Paling barang-barang elektronik kita simpan di meja kayu yang sedikit lebih tinggi," jelasnya.
Prakiraan pasang air laut juga di antisipasi warga termasuk pelaku usaha di kawasan Taman Alun-alun Kapuas Pontianak.
Salah satunya Feri (54), penyedia sewa mobil mainan anak. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi pasang air tahunan yang kerap merendam area tersebut pada pagi hari.
“Kalau banjir ini kan tidak lama, paling dari pagi, jam 11 sudah mulai surut. Aktivitas kami mungkin dari jam 3 sore sampai malam,” ujarnya.
Menurutnya, saat air mulai naik kendaraan mainan langsung dipindahkan ke tempat aman agar tidak terendam banjir.
“Jadi kendaraan ini kami amankan dulu kalau pagi. Kalau sore aman lagi, baru kami keluarkan dan ditata kembali. Biasanya memang begitu, jadi kalau nanti air naik lagi ya seperti biasa dipindahkan lagi,” katanya.
Feri yang sudah 5 tahun menyediakan sewa mobil mainan tersebut mengatakan kondisi pasang biasanya berlangsung sekitar tiga hari sebelum kembali normal.
Ketinggian air juga cenderung meningkat setiap harinya hingga mencapai puncak.
Meski tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas, pasang air tersebut tetap berdampak pada pendapatan karena jam operasional menjadi lebih singkat.
“Pengaruh lah kalau pagi tidak buka. Biasanya hitungannya dari pagi sampai malam. Kalau cuma ambil sore, ada lah dapat, cuma tidak full,” ucapnya.
Ia pun berharap kondisi pasang tidak berlangsung lama agar aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tepian Kapuas tetap berjalan normal.
Imbauan BMKG
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh BMKG Maritim Pontianak, memprakiraan kondisi pasang air laut terjadi itu terjadi dan perlu untuk diwaspadai sejak 19 hingga 22 Mei 2026.
BMKG pun mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai kondisi tersebut dan siap terhadap dampak yang mungkin saja terjadi. Terutama bagi masyarakat yang berada di bantaran sungai perlu untuk diwaspadai terhadap potensi terjadinya banjir rob ini.
BanjirRob
banjir
BMKG
SungaiKapuas
KapuasHulu
Sintang
BencanaAlam
WaspadaBanjir
CuacaEkstrem
InfoBencana
| Jadwal Puncak Banjir Rob Pontianak Mulai 19 Mei 2026, Pasang Air Laut Diprediksi 2 Meter |
|
|---|
| Cuaca Kalbar Besok 19 Mei 2026 di 14 Daerah! Pontianak dan Kubu Raya Diguyur Hujan |
|
|---|
| Waspada Banjir Rob di Pontianak, DPRD Pontianak Imbau Warga Hati-hati |
|
|---|
| Timbulkan Kerusakan Parah, DPRD Sintang Minta BPBD Sigap Tangani Banjir di Kayan Hulu |
|
|---|
| Banjir di Kayan Hulu Sintang, Satu Rumah Warga Hanyut dan Satu Bergeser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Banjir-Sintang1805.jpg)