Gangguan Pencernaan Dominasi Kunjungan IGD RSUD Soedarso Pasca Lebaran
Gangguan pencernaan menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedarso
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan peningkatan kunjungan pasien setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan perubahan pola makan masyarakat selama perayaan hari raya.
- Berdasarkan data rumah sakit, abdominal pain atau nyeri perut menjadi kasus terbanyak yang ditangani di IGD dengan jumlah 34 pasien. Disusul CKR sebanyak 31 pasien, serta tuberkulosis (TB) paru sebanyak 17 pasien.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gangguan pencernaan menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedarso Pontianak pada periode tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah Idulfitri 2026.
Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan peningkatan kunjungan pasien setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan perubahan pola makan masyarakat selama perayaan hari raya.
“Pasien yang datang banyak mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut dan diare. Selain itu, ada juga beberapa kasus kecelakaan yang termasuk dalam 10 besar penyakit yang ditangani di IGD pasca Lebaran,” ujarnya.
Berdasarkan data rumah sakit, abdominal pain atau nyeri perut menjadi kasus terbanyak yang ditangani di IGD dengan jumlah 34 pasien. Disusul CKR sebanyak 31 pasien, serta tuberkulosis (TB) paru sebanyak 17 pasien.
Selain itu, sejumlah penyakit lain juga tercatat cukup banyak ditangani tenaga medis IGD. Di antaranya gastroenteritis akut (GEA) sebanyak 14 pasien, chronic kidney disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis sebanyak 14 pasien, serta congestive heart failure (CHF) atau gagal jantung kongestif yang juga mencapai 14 pasien.
Baca juga: Pasca Lebaran, Kunjungan Pasien IGD RSUD dr Soedarso Pontianak Kembali Meningkat
Keluhan pencernaan lainnya seperti dyspepsia tercatat dialami oleh 13 pasien. Sementara itu, pneumonia dan anemia masing-masing tercatat sebanyak 9 pasien.
Adapun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menempati urutan kesepuluh dengan 8 pasien yang mendapatkan penanganan di IGD selama periode tersebut.
Hary Agung menambahkan, selain gangguan pencernaan, IGD RSUD Soedarso juga tetap menangani berbagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan darurat, seperti gagal ginjal, penyakit jantung, pneumonia, dan tuberkulosis.
Menurutnya, perubahan pola makan selama hari raya menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya keluhan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan. Konsumsi makanan berlemak, bersantan, serta pola makan yang tidak teratur kerap memicu munculnya keluhan seperti nyeri perut, diare, hingga gangguan lambung.
“Biasanya setelah libur panjang, aktivitas masyarakat kembali meningkat sehingga berbagai keluhan kesehatan mulai muncul dan berdampak pada peningkatan kunjungan ke IGD,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!
| DPRD Kubu Raya Nilai Antisipasi Karhutla Sudah Perlu Dilakukan Sejak Dini Menjelang Kemarau |
|
|---|
| DPRD Soroti Hambatan Investasi di Kayong Utara, Minta Pemda Bertindak Tegas |
|
|---|
| Sebanyak 15 CJH Asal Sanggau Dijadwalkan Berangkat 4 Mei Mendatang |
|
|---|
| Excavator Picu Jembatan Ambruk di Singkup Ketapang, Akses Warga Lumpuh |
|
|---|
| Anggaran Naik, Program Bedah Rumah Pontianak Fokus Tuntas, Meski Unit Lebih Sedikit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/RSUD-dr-Soedarso-27-Maret-2026.jpg)