252 Unit Disasar, Pemkot Pontianak Bedah 117 Rumah dan 135 WC

Menurutnya, program tersebut dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan utama mengentaskan kawasan kumuh serta mengurangi angka kemiskinan

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BANTUAN RTLH - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (BSPRTLH) kepada penerima manfaat, Senin 20 April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
  • Ia menjelaskan, sumber pendanaan program berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak serta dukungan dari balai perumahan dan permukiman pemerintah pusat, dengan total anggaran mencapai Rp4,86 miliar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menggelar sosialisasi penerima Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan perbaikan WC tidak layak di Aula Kantor Terpadu Pemkot Pontianak, Jalan Letjen Sutoyo, Senin 20 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut memberikan arahan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.

Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

"Hari ini kita acara sosialisasi penyerahan bedah rumah dan bedah WC untuk di wilayah Kota Pontianak tahun anggaran 2026," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id.

Naik Dango ke-3 Pontianak Digelar, Hadirkan Tarian hingga Lomba Tradisional

Ia menjelaskan, sumber pendanaan program berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak serta dukungan dari balai perumahan dan permukiman pemerintah pusat, dengan total anggaran mencapai Rp4,86 miliar.

"Total rumah tidak layak huni yang kita bedah adalah 117 unit, terus kita ada bedah WC juga untuk WC yang tidak layak sebanyak 135 unit jadi keseluruhan 252 unit " ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan utama mengentaskan kawasan kumuh serta mengurangi angka kemiskinan di Kota Pontianak.

"Ini program kita yang setiap tahun berkelanjutan, tujuannya adalah untuk mengentaskan kawasan kumuh dan juga mengatasi masalah kemiskinan warga Kota Pontianak," jelasnya.

Edi juga menekankan pentingnya validitas data penerima bantuan agar program tepat sasaran. Ia telah meminta dinas terkait untuk melakukan pembaruan data secara faktual di lapangan.

"Kalau data saya sudah minta update-nya yang faktual, by address di lapangan, yaitu dinas terkait perkim dengan koordinasi dengan dinas sosial dengan kecamatan dan kelurahan, supaya kita mendapatkan data yang update dan faktual," katanya.

Terkait capaian program, ia menyebut jumlah RTLH yang belum tertangani kini semakin berkurang, meski masih perlu verifikasi lanjutan berdasarkan kondisi kerusakan rumah.

"Saya rasa masih ada beberapa tapi tinggal tidak banyak lagi, kalau tidak salah di bawah seribu lagi, tapi kita akan cek lagi ya. Kan rumah ini ada yang sangat parah, ada yang rusak ringan, rusak sedang, jadi kita akan cek klasifikasi rumahnya," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved