Pengembangan Jagung di Pontianak Terus Ditingkatkan, Lima Kelompok Tani Siap Perluas Tanam
Pengembangan komoditas jagung di Kota Pontianak terus menunjukkan progres positif.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kepala Bidang Pertanian DPPP Kota Pontianak, Kanti Apriani, menjelaskan bahwa percobaan awal dilakukan di lahan gambut sebelum diterapkan lebih luas kepada kelompok tani.
- Panen perdana dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Hidup Baru. Saat ini, terdapat lima kelompok tani di wilayah Pontianak Utara yang disiapkan untuk mengembangkan komoditas jagung secara bertahap.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengembangan komoditas jagung di Kota Pontianak terus menunjukkan progres positif.
Program tersebut diawali dengan uji coba pada 2025 setelah Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak melakukan studi banding ke Kabupaten Bengkayang yang dikenal sebagai salah satu sentra jagung di Kalimantan Barat.
Kepala Bidang Pertanian DPPP Kota Pontianak, Kanti Apriani, menjelaskan bahwa percobaan awal dilakukan di lahan gambut sebelum diterapkan lebih luas kepada kelompok tani.
"Kita sudah melakukan uji coba di lahan gambut dan hasilnya memuaskan. Setelah berhasil, baru kita laksanakan penanaman di salah satu kelompok tani di Pontianak Utara," jelasnya, Kamis 5 Maret 2026.
Panen perdana dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Hidup Baru. Saat ini, terdapat lima kelompok tani di wilayah Pontianak Utara yang disiapkan untuk mengembangkan komoditas jagung secara bertahap.
Sejak 2025, Pemerintah Kota Pontianak menargetkan penanaman jagung seluas dua hektare dan capaian tersebut telah terpenuhi. Pada 2026, pengembangan akan kembali diperluas seiring bertambahnya kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut.
Selain jagung, sektor hortikultura juga menjadi andalan Kota Pontianak. Luas lahan sayuran daun tercatat hampir mencapai 300 hektare dengan hasil produksi yang tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
"Produksi sayuran tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah di Kalimantan Barat," terangnya.
Baca juga: Ketua PKK Yanieta Arbiastutie Sebut Gerakan Panen Jagung Perkuat Ketahanan dan Ekonomi Keluarga
Untuk komoditas cabai, luas panen pada tahun lalu mencapai sekitar 10 hektare. Tahun ini, pemerintah kota berupaya meningkatkan produksi melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia.
"Kita juga menyalurkan bantuan bibit cabai polibag sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. Bibit yang disalurkan antara lain di Pontianak Barat sebanyak 3.940 batang dan di Pontianak Utara 4.240 batang," jelas Kanti. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| DPRD Kubu Raya Nilai Antisipasi Karhutla Sudah Perlu Dilakukan Sejak Dini Menjelang Kemarau |
|
|---|
| DPRD Soroti Hambatan Investasi di Kayong Utara, Minta Pemda Bertindak Tegas |
|
|---|
| Sebanyak 15 CJH Asal Sanggau Dijadwalkan Berangkat 4 Mei Mendatang |
|
|---|
| Excavator Picu Jembatan Ambruk di Singkup Ketapang, Akses Warga Lumpuh |
|
|---|
| Anggaran Naik, Program Bedah Rumah Pontianak Fokus Tuntas, Meski Unit Lebih Sedikit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Pertanian-DPPP-Kota-Pontia.jpg)