Bertemu Maestro Tenun Kumpang Ilong, Windy Temukan Kain Tenun Berusia 180 Tahun
Windy Prihastari, bersama jajaran timnya berkunjung ke Dusun Kumpang Ilong, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, bersama jajaran timnya berkunjung ke Dusun Kumpang Ilong, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, untuk bertemu langsung dengan Nenek Yohana, sosok maestro tenun kebat yang menjadi legenda hidup di wilayah tersebut.
Nenek Yohana dikenal luas sebagai salah satu pengrajin senior tenun kebat khas Kumpang Ilong yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya Suku Dayak Mualang.
Di usianya yang kini sepuh, ia masih aktif menenun, mengajarkan teknik tradisional, dan menjaga makna filosofis di balik setiap helai kain yang dihasilkannya.
Ada yang unik saat kunjungan ini, ternyata ditemukan ada kain Tenun Kebat Antik dari Desa Kumpang Ilong yang telah berusia sekitar 180 tahun.
Kain bersejarah ini dimiliki oleh pewaris hak, Ibu Hetti, yang juga merupakan anggota pengebat Tenun Mualang di Dusun Kumpang Ilong.
Keberadaan kain ini , juga menjadi bukti kekayaan budaya dan ketekunan para penenun tradisional dalam melestarikan warisan leluhur
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap para pelaku budaya yang selama ini menjadi penjaga tradisi di daerah.
“Beliau adalah bagian penting dari identitas budaya Kalbar. Sosok seperti Nenek Yohana tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya lokal,” ujar Windy.
Baca juga: Bertemu Kelompok Tenun Lokal di Desa Kumpang Ilong Sekadau, Windy Dorong Pengembangan Tenun Lokal
Kain tenun kebat Kumpang Ilong merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang telah ada selama ratusan tahun di tanah Sekadau.
Tenun ini memiliki makna simbolis dan filosofis yang mendalam, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas masyarakat Dayak Mualang.
Bagi masyarakat adat setempat, setiap motif dan warna pada kain kebat membawa pesan khusus yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, bagi Nenek Yohana, menenun bukan hanya pekerjaan, melainkan ibadah budaya dan bentuk pengabdian terhadap leluhur.
Kehadiran Disporapar Kalbar di Kumpang Ilong diharapkan dapat menjadi dorongan untuk memperkuat upaya pelestarian warisan budaya lokal serta mendukung regenerasi perajin muda agar tradisi tenun kebat tetap hidup di tengah modernisasi. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Ketapang Berduka! Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Hanta Terkonfirmasi di RSUD dr Agoessdjam |
|
|---|
| Potensi Wisata Simpang Dua Ketapang, Dari Bukit Batu Daya hingga Air Terjun Eksotis |
|
|---|
| 50 Soal Essay Seni Musik Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka 2026 Semester 1-2 |
|
|---|
| Operasi Pekat Kapuas 2026 di Mempawah Ungkap 14 Kasus, Premanisme hingga Narkoba Jadi Prioritas |
|
|---|
| Angka Stunting di Kota Singkawang Capai 21,9 Persen Sesuai Data SSGI 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Windy-bersama-Ketua-PKK.jpg)