Tips & Trik

Hati-Hati, Ini Perbedaan Jamur Beracun dan Jamur Konsumsi

Jamur yang aman biasanya memiliki warna netral, bau tanah yang segar, dan tidak memiliki ciri-ciri mencurigakan di atas. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dhita Mutiasari
National Geographic Indonesia/ Silvia Triyanti Luis
MEMBEDAKAN JAMUR - Ilustrasi contoh Jamur shiitake. Jamur yang aman biasanya memiliki warna netral, bau tanah yang segar, dan tidak memiliki ciri-ciri mencurigakan. 

2. Ada cincin atau volva (kantong di pangkal batang)

Contohnya jamur Amanita (seperti death cap dan fly agaric) yang sangat mematikan.

Jika ada cincin di batang dan semacam kantong di pangkal, waspadai.

3. Aroma tidak sedap atau menyengat

Beberapa jamur beracun berbau busuk, amis, atau menyengat.

Tapi hati-hati, karena ada juga jamur beracun yang tidak berbau aneh.

4. Rasa sangat pahit atau pedas

Jika dicicipi (dalam jumlah sangat kecil, cara ini kadang dilakukan ahli), jamur beracun biasanya pahit.

Namun sebaiknya jangan mencoba mencicipi jika tidak benar-benar ahli.

5. Mengubah warna saat dipotong/ditekan

Ada jamur beracun yang dagingnya berubah warna jadi biru/hitam ketika ditekan atau dipotong.

6. Habitat mencurigakan

Banyak jamur beracun tumbuh liar di tanah hutan, dekat akar pohon tertentu, atau di kotoran hewan.
 
Ciri-Ciri Jamur yang Umumnya Aman Dimakan

1.Jamur budidaya

Misalnya jamur tiram, jamur kancing, jamur kuping, shiitake, enoki. Semua ini aman karena sudah dibudidayakan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved