Nelayan di Kubu Raya Kesulitan Dapatkan Solar Subsidi hingga Harus Beli Eceran Dengan Harga Tinggi

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa nelayan yang memiliki kelengkapan administrasi justru didominasi nelayan besar, sementara nelayan

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
PERAHU NELAYAN - Nelayan kecil di Kubu Raya masih mengeluhkan soal sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kubu Raya, Busrah mengatakan nelayan saat ini membutuhkan solusi konkret dari semua pihak agar bisa melaut.
  • Ia menjelaskan, banyak nelayan terpaksa membeli solar eceran tinggi, dengan kisaran Rp15 ribu per liter. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Nelayan kecil di Kubu Raya masih mengeluhkan soal sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.

Hal itu terjadi bagi masyarakat pesisir salah satunya di Kecamatan Sungai Kakap.

Untuk itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kubu Raya, Busrah mengatakan nelayan saat ini membutuhkan solusi konkret dari semua pihak agar bisa melaut.

“Nelayan ini mau melaut, tapi minyaknya tidak ada. Kalaupun ada, harganya mahal karena beli eceran, bukan subsidi,” katanya kepada tribunpontianak.co.id, Jumat 1 Mei 2026.

Ia menjelaskan, banyak nelayan terpaksa membeli solar eceran tinggi, dengan kisaran Rp15 ribu per liter. 

Santri Antusias Ikuti PKM UPB Pontianak di Ponpes Khulafaur Rasyidin Kubu Raya

Hal itu menurutnya terpaksa dilakukan, karena nelayan tak bisa mendapatkan solar dari SPBN yang tersedia karena tidak memiliki surat rekomendasi penerima BBM subsidi.

Bahkan, ada yang memilih tak melaut, karena biaya operasional tak sebanding dengan hasil.

“Nelayan kecil ini lemah di surat menyurat. Mereka perlu pendampingan, sementara sekarang sudah tidak ada lagi yang mendampingi seperti dulu,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa nelayan yang memiliki kelengkapan administrasi justru didominasi nelayan besar, sementara nelayan kecil tak menjadi prioritas.

“Harga solar sekarang sudah sekitar Rp15 ribu. Kalau di kisaran Rp10-11 ribu, mereka masih bisa jalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia bilang selama akses terhadap BBM subsidi belum terbuka merata, persoalan biaya operasional akan terus membayangi aktivitas melaut para nelayan, khususnya nelayan kecil.

“Kalau tidak melaut, tidak ada penghasilan. Tapi kalau melaut dengan kondisi sekarang, juga tidak cukup,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved