Bullying Pelajar

DPRD Kubu Raya Kecam Dugaan Kasus Bullying Anak Sekolah di Ambawang

Selain itu, Amri juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap korban, baik dari sisi perawatan maupun penguatan mental pasca kejadian.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
KORBAN BULLYING - Siswi 5 SD berinisial E diduga menjadi korban bullying di salah satu Madrasah di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu 13 Mei 2026. Leher memerah diduga akibat jeratan tali yang dilakukan oleh temannya. 
Ringkasan Berita:
  • Ia juga meminta kepada pihak terkait, khususnya Kasi Pendidikan Kementerian Agama bersama pihak sekolah, untuk segera melakukan investigasi lapangan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
  • Lebih lanjut, dirinya mendorong seluruh sekolah untuk memperkuat program anti bullying melalui penyusunan SOP pencegahan dan penanganan kekerasan yang efektif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya sekaligus Ketua Fraksi PKS Kubu Raya, M. Amri mengecam keras dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar di salah satu Madrasah di Kubu Raya, yang diduga dilakukan dengan menggunakan tali rapia.

Ia mengatakan, segala bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis, tidak dapat dibenarkan dan harus menjadi perhatian serius pihak sekolah serta dinas terkait.

“Kami mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anak tersebut. Perundungan dalam bentuk apa pun tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak,” katanya kepada tribunpontianak.co.id, Kamis 14 Mei 2026.

Ia juga meminta kepada pihak terkait, khususnya Kasi Pendidikan Kementerian Agama bersama pihak sekolah, untuk segera melakukan investigasi lapangan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Dinas Pendidikan dan Kasi Pendidikan Kemenag Atensi Kasus Bullying di Kubu Raya

Selain itu, Amri juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap korban, baik dari sisi perawatan maupun penguatan mental pasca kejadian.

“Korban harus mendapatkan perhatian serius, termasuk pendampingan psikologis agar tidak mengalami trauma berkepanjangan. Evaluasi terhadap pengawasan dan sistem pencegahan bullying di sekolah juga harus segera dilakukan,” paparnya.

Lebih lanjut, dirinya mendorong seluruh sekolah untuk memperkuat program anti bullying melalui penyusunan SOP pencegahan dan penanganan kekerasan yang efektif. 

Tak hanya itu, Amri juga menilai perlunya pelatihan bagi guru BK serta pembentukan tim anti kekerasan di lingkungan sekolah.

Ia pun mengajak para orang tua agar lebih aktif memperhatikan perubahan perilaku anak dan segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan ataupun perundungan.

“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak yang menjadi korban biasanya menunjukkan perubahan perilaku. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak harus diperkuat,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya berharap kasus ini menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak-anak untuk belajar dan berkembang,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved