Kecelakaan Pontianak! 18 Orang Tewas, 29 Pelajar dan 35 Mahasiswa Terlibat Kecelakaan
Dari angka tersebut, 18 orang tewas, 16 orang mengalami luka berat, dan 248 lainnya luka ringan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Sepanjang Januari–April 2026 terjadi 146 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 18 korban meninggal dunia, 16 luka berat, dan 248 luka ringan, dengan puncak kasus terjadi pada April.
- Kendaraan yang paling banyak terlibat adalah sepeda motor, sementara korban terbanyak berasal dari kalangan karyawan. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dalam kurun waktu empat bulan pertama tahun 2026, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Pontianak menunjukkan kondisi yang patut menjadi perhatian bersama.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pontianak mencatat, sejak Januari hingga April 2026 telah terjadi sebanyak 146 kasus kecelakaan.
Dari angka tersebut, 18 orang tewas, 16 orang mengalami luka berat, dan 248 lainnya luka ringan.
Data ini menjadi pengingat bahwa risiko di jalan raya masih sangat tinggi, terutama bagi pengguna kendaraan bermotor.
Baca juga: Anak Penjual Sayur Itu Gugur di Papua, Praka Aprianus Pulang Disambut Tangis
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Pontianak, AKP Pujianto, menjelaskan bahwa angka kecelakaan setiap bulan mengalami fluktuasi. Namun, April menjadi bulan dengan jumlah kasus tertinggi.
“Pada Januari tercatat 35 kasus, Februari 36 kasus, Maret 33 kasus, dan April meningkat menjadi 42 kasus,” ujarnya, Jumat 1 Mei 2026.
Tak hanya jumlah kejadian yang meningkat, kerugian materiil juga mengalami lonjakan signifikan. Pada April saja, kerugian ditaksir mencapai Rp107,6 juta tertinggi dibanding bulan sebelumnya.
Jika ditarik ke belakang, Januari mencatat kerugian Rp61,2 juta, Februari Rp51,5 juta, dan Maret Rp58,3 juta.
Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan, dengan total 216 unit. Disusul minibus sebanyak 26 unit dan truk sebanyak 19 unit.
Baca juga: Bus Rehobot Pontianak - Putussibau Kecelakaan, Penumpang Selamat
Fakta ini menunjukkan bahwa pengguna roda dua masih menjadi kelompok paling rentan di jalan raya.
Dari sisi latar belakang korban maupun pelaku, kalangan karyawan mendominasi dengan 104 orang. Selain itu, terdapat 40 orang dari kategori lain-lain, 35 mahasiswa, dan 29 pelajar.
Angka tersebut menggambarkan bahwa kecelakaan tidak mengenal batas usia maupun profesi.
Melihat kondisi ini, Satlantas Polresta Pontianak kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta menjaga konsentrasi menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan.
Di balik deretan angka tersebut, tersimpan cerita duka, kerugian, dan kehilangan yang tak tergantikan. Jalan raya bukan sekadar jalur mobilitas, tetapi juga ruang yang menuntut tanggung jawab setiap penggunanya.
Keselamatan, pada akhirnya, bukan hanya soal aturan—melainkan pilihan yang harus dijaga setiap saat.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Dinkes Tunggu Hasil Uji Lab Penyebab 15 Siswa Derita Gangguan Pencernaan di Selakau |
|
|---|
| Geger Penemuan Mayat di Kalbar, Pria Mengambang di Sungai Kapuas hingga Ditemukan Tewas Gantung Diri |
|
|---|
| Penemuan Mayat di Sungai Kapuas Pontianak Lengkap Ciri-ciri Korban yang Ditemukan Mengapung |
|
|---|
| Masalah Sepele, Bocah 12 Tahun Dipukul Palu hingga Tengkorak Pecah, Alasannya Terbongkar |
|
|---|
| Kronologi Wesley Murid SMP 2 Singkawang Dipukul Palu Teman Sebaya, Tengkorak Pecah dan Kaki Lumpuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kecelakaan-kubu-raya.jpg)