Awas! 213 Kasus Suspek DBD di Mempawah, Capai 213 Hingga Minggu ke-15

Ia menjelaskan, penetapan kasus positif DBD tidak bisa dilakukan secara langsung.

Penulis: Ramadhan | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
DBD MEMPAWAH - Ilustrasi DBD. Kabupaten Mempawah catat 213 kasus suspek DBD hingga minggu ke-15 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Sejak Januari hingga minggu ke-15 tahun ini, tercatat sebanyak 213 kasus suspek.
  • Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah, dr David Sianipar, menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah jumlah kasus positif DBD.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kabupaten Mempawah tengah darurat kasus suspek Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu terlihat dari tingginya kasus suspek DBD di daerah yang berjulukan Bumi Galaherang itu.

Sejak Januari hingga minggu ke-15 tahun ini, tercatat sebanyak 213 kasus suspek.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah, dr David Sianipar, menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah jumlah kasus positif DBD.

"Suspek DBD dari Januari hingga April ataupun sampai minggu ke-15 ini sudah ada sebanyak 213. Ini data suspek, bukan yang positif ya," kata dr David Sianipar, Rabu, 22 April 2026.

Ia menjelaskan, penetapan kasus positif DBD tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan harus melalui tahapan pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Karena kalau untuk menentukan seseorang itu positif DBD harus dilakukan pengecekan kembali, ada tahapannya," jelasnya.

Harga LPG Non Subsidi Naik, Pasokan LPG 3 Kg di Mempawah Tetap Aman

Dalam upaya menekan potensi penyebaran, Diskes PPKB Mempawah akan memperkuat koordinasi dengan puskesmas di masing-masing wilayah.

"Untuk mengantisipasi merebaknya kasus DBD kita akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk sembari melakukan pengecekan di lapangan," ujarnya.

Dari hasil pemantauan tersebut, lanjutnya, akan ditentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan pelaksanaan fogging di daerah yang dianggap rawan.

"Untuk tindakan selanjutnya apakah akan dilakukan fogging, itu kita lihat dari hasil pemeriksaan di lapangan," tegasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Pencegahan DBD yang paling baik dan utama adalah dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Bila diperlukan, dapat ditambah dengan fogging," tutupnya. 

Gejala Utama DBD

  • Demam tinggi mendadak (hingga 39–40°C) selama 2–7 hari.
  • Nyeri kepala, nyeri di belakang mata, otot, dan tulang.
  • Mual, muntah, lemas, dan ruam kulit kemerahan.
  • Perdarahan ringan: mimisan, gusi berdarah, bintik merah pada kulit.
  • Gejala berat: muntah darah, BAB hitam, tekanan darah menurun, tubuh dingin, sesak napas

Pencegahan DBD

  • 3M Plus: Menguras, Menutup, Mengubur barang bekas + menggunakan lotion anti nyamuk, kelambu, kawat nyamuk.
  • Fogging di daerah rawan bila diperlukan.
  • Vaksinasi dengue tersedia untuk anak usia 9–16 tahun di daerah endemis.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved