Sanggau Dalam Data
Ragam Hidangan Khas Sanggau yang Menggugah Selera, Kaya Rasa dan Tradisi
Makanan khas Sanggau, Kalimantan Barat, menawarkan perpaduan cita rasa Melayu dan Dayak yang otentik.
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Sanggau memiliki kekayaan kuliner khas yang dipengaruhi budaya Dayak, Melayu, dan Tionghoa.
- Kuliner Sanggau dikenal dengan cita rasa gurih, asam segar, dan teknik pengolahan tradisional seperti fermentasi dan pengasapan.
- Beberapa makanan khas yang terkenal antara lain Sungkui, Lemang, Pansuh (masakan dalam bambu), Tempoyak (fermentasi durian), Jorok (sayur fermentasi), Rusip (ikan fermentasi), Lempok durian, hingga Ikan Salai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sanggau merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Barat.
Selain memiliki destinasi wisata alam yang indah dan memukau, di kabupaten Sanggau kamu juga dapat menemukan beragam jenis hidangan khas yang bercita rasa autentik.
Secara geografis, Kabupaten Sanggau terletak di pedalaman Kalimantan yang dibelah oleh sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam.
Letak ini sangat memengaruhi ketersediaan bahan baku utamanya.
Sanggau adalah surga bagi Ikan Sungai air tawar.
Selain itu, tanahnya yang subur menjadi rumah bagi ribuan pohon durian hutan.
Baca juga: Profil Kabupaten Sanggau: Luas Wilayah, Batas Daerah, dan Daftar 15 Kecamatan
Ketika musim buah tiba dan hasil sungai melimpah, masyarakat lokal tidak membiarkannya sia-sia; mereka mengubahnya melalui proses fermentasi dan pengasapan, menciptakan rasa yang kuat dan tahan lama.
Sanggau juga cerminan dari harmoni antara etnis Dayak dan Melayu yang mendiami wilayah ini.
Masakan Sanggau tak sekadar pengisi perut, melainkan identitas kultural yang diwariskan lewat bisikan resep di dapur-dapur panggung kayu menjadi identitas ini lahir dari kearifan lokal dalam mengelola alam secara berkelanjutan.
Kuliner andalannya meliputi Sungkui (beras dibungkus daun keririt), Ayam Pansuh (dimasak dalam bambu), Kote (kue tepung beras), Dodol Lidah Buaya, serta Keturi (ikan lais kering khas Jangkang).
Kabupaten Sanggau dikenal memiliki kekayaan kuliner yang khas dan dipengaruhi budaya Dayak, Melayu, serta Tionghoa. Cita rasanya cenderung gurih, asam segar, dan banyak menggunakan bahan lokal dari hutan maupun sungai.
Berikut adalah sejumlah makanan khas yang wajib kamu kenal:
- Sungkui, merupakan kuliner khas masyarakat Melayu Sanggau dan menjadi identitas utama Sanggau yang pembuatannya menggunakan bahan dasar beras yang dibungkus dengan daun dan dimasak secara khas. Sungkui biasanya disajikan dengan Opor ayam dan sambal nenas. Penganan tradisional ini biasa disajikan saat hari raya idul Fitri dan pada acara adat Melayu lainnya.
- Lemang/Ajan merupakan kuliner tradisional yang terbuat dari beras ketan dimasak dalam seruas bambu. Lemang pada dasarnya merupakan makanan khas Melayu tetapi lambat lain diserap oleh masyarakat lainnya. Makanan ini biasanya disajikan saat Hari raya idul Fitri dan pesta Gawai (Panen Padi).
- Tuak, (boramp/beram) minuman tradisional masyarakat Dayak yang terbuat dari beras ketan yang difermentasi sampai menjadi air. Tuak ini merupakan minuman yang mengandung alkohol.
- Pansuh (bahasa Melayu Sanggau)/ Ponsouh (bahasa Dayak Bokidoh) Merupakan masakan tradisional asli Sanggau yang biasanya terbuat dari daging ayam, ikan, dll yang dimasak didalam seruas bambu.
- Tempoyak atau disebut juga tempuyak/empuyak (bahasa Melayu Sanggau)/tompek (bahasa Dayak Jangkang) merupakan penganan tradisional yang berbahan dasar durian yang di fermentasi.
- Jorok (Bahasa Melayu Sanggau), yaitu sayur-sayuran yang difermentasi sehingga menghasilkan citarasa keasaman. Umumnya sayuran yang difermentasi yaitu daun ubi dan sawi.
- Rusip olahan fermentasi ikan oleh masyarakat Melayu Sanggau
- Lempok durian, merupakan panganan dodol khas Melayu Sanggau yang berbahan dasar durian. Biasanya mudah di jumpai saat musim durian.
- Keturi piring, olahan khas ikan Keturi yang dijemur melingkar mengikuti piring khas masyarakat Melayu Sanggau khususnya Balai Sebut.
- Ikan Salai, merupakan ikan yang diawetkan menggunakan asap. Umumnya dibuat oleh masyarakat Balai sebut, Kec. Jangkang
- Pekasam/Jikot (bahasa Dayak pandu), yaitu daging yang difermentasi sehingga menghasilkan citarasa keasaman biasanya dibuat dari bahan daging ikanbumbu rempah aromatik, menciptakan rasa gurih dan aroma harum khas.
- Kote: Kue tradisional menyerupai pastel yang terbuat dari tepung beras dengan isian serundeng kelapa, sering disantap dengan santan.
- Dodol Lidah Buaya: Dodol kenyal khas Sanggau yang berbahan dasar lidah buaya, memiliki cita rasa unik dan menyegarkan.
- Keturi Jangkang: Makanan khas Jangkang berupa ikan lais yang disusun tipis dan diolah dengan cara digoreng sebentar setelah dijemur.
- Sotong Pangkong: Cumi-cumi yang dipanggang dan dipukul (dipangkong) hingga gepeng, disajikan dengan bumbu spesial.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Sanggau
kuliner khas Sanggau
makanan tradisional Kalimantan Barat
kuliner Dayak
kuliner Melayu
makanan fermentasi tradisional
tempoyak durian
pansuh bambu
lemang ketan
sungkui khas Sanggau
ikan air tawar Kalimantan
olahan ikan tradisional
Lempok Durian
ikan salai
rusip ikan
jorok sayur fermentasi
dodol lidah buaya
kue tradisional Indonesia
wisata kuliner kalimantan barat
| Fasilitas Kesehatan di Sanggau: Ini Daftar Rumah Sakit dan Lokasinya |
|
|---|
| Profil Kabupaten Sanggau: Luas Wilayah, Batas Daerah, dan Daftar 15 Kecamatan |
|
|---|
| Daftar Lengkap Ketua DPRD Sanggau serta Perkembangan Wilayah Kabupaten |
|
|---|
| Daftar Lengkap Bupati Sanggau dari 1959 hingga 2025, Ini Nama-namanya |
|
|---|
| Data Lengkap Luas Kecamatan di Kabupaten Sanggau, Jangkang Terluas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kuliner-Sanggau1104.jpg)