Wabup Sintang Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Naik 6 Persen dan PKL Akan Ditata
Florensius Ronny menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS Kabupaten Sintang, angka pertumbuhan ekonomi daerah berada di angka 4,9 persen.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Menurutnya, capaian tersebut tergolong cukup baik di tengah kondisi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat yang terjadi sejak 2025 hingga 2026.
- Ia menjelaskan bahwa berdasarkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 ditargetkan mencapai 6 persen.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang, angka pertumbuhan ekonomi daerah tersebut saat ini berada di angka 4,9 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tergolong cukup baik di tengah kondisi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat yang terjadi sejak 2025 hingga 2026.
“Artinya pertumbuhan ekonomi kita cukup baik, di tengah kondisi pengurangan anggaran oleh pemerintah pusat yang sudah berlangsung sejak 2025 sampai 2026. Namun saya belum puas dengan angka pertumbuhan 4,9 persen ini,” ujar Ronny.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 ditargetkan mencapai 6 persen.
“Berdasarkan RPJMD yang sudah kita susun, pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 harus mencapai 6 persen. Artinya masih harus bertambah sekitar 1,9 persen lagi,” jelasnya.
Selain itu, Ronny juga menyoroti semakin banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang muncul di Kota Sintang. Menurutnya, fenomena tersebut memiliki sisi positif karena menunjukkan tumbuhnya semangat masyarakat untuk berwirausaha.
“Saat ini banyak PKL di Sintang. Sisi baiknya ini menandakan pertumbuhan ekonomi yang bagus dan masyarakat mulai menyadari pentingnya berwirausaha,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan PKL tetap perlu ditata agar kota tetap bersih, rapi dan nyaman.
Ronny menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang berencana melakukan penataan terhadap PKL mulai April 2026 dengan pendekatan yang humanis.
“April 2026 kita akan menata PKL ini supaya lebih rapi dan bersih, namun dengan cara yang humanis,” tegasnya.
Baca juga: Kejari Sintang Apresiasi Polres Tangkap Dua Tahanan Kabur dari Pontianak
Menurutnya, pemerintah akan menentukan lokasi-lokasi yang diperbolehkan untuk berjualan serta area yang tidak boleh digunakan oleh PKL.
“Kita akan sampaikan di mana lokasi PKL boleh berjualan dan di mana yang tidak boleh. PKL bagi saya adalah hal yang positif dan harus kita dukung. Mereka mau berwirausaha saja kita sudah senang, hanya memang perlu ditata,” ujarnya.
Ronny juga mengajak seluruh OPD terkait untuk bersama-sama memperbaiki dan merapikan wajah Kota Sintang melalui penataan yang terencana.
“Saya mengajak OPD terkait untuk bersama merapikan wajah Kota Sintang agar lebih tertata dan nyaman,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Warga Penderita Penyakit Kronis di Suhaid Ikut Program PROLANIS |
|
|---|
| Kasus Nafkah Anak Masuk Lima Besar Pengaduan, KPAD Pontianak Usulkan Pemblokiran NIK Ayah Lalai |
|
|---|
| Beraksi di Mall hingga Sekolah, Pelaku Curanmor di Kota Singkawang Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| Elit Politik di DPRD Kapuas Hulu Bahas Raperda di Provinsi Kalbar, Ini Isinya |
|
|---|
| Relawan VALUKAY Hadir di Pelapis, Tebar Semangat Belajar Anak-anak Kepulauan Karimata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Daya-Saing-Ekonomi-y.jpg)