Bupati Sintang Keluarkan Surat Edaran, Pendataan Warga Miskin Target Rampung April 2026
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menanggulangi kemiskinan
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Florensius Ronny menyampaikan bahwa Bupati Sintang telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh camat dan pemerintah desa agar segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga miskin di wilayah masing-masing.
- Menurutnya, terdapat sejumlah faktor utama yang menyebabkan warga Sintang hidup di bawah garis kemiskinan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendataan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan secara akurat dan berbasis desa.
Florensius Ronny menyampaikan bahwa Bupati Sintang telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh camat dan pemerintah desa agar segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga miskin di wilayah masing-masing.
“Bupati Sintang sudah mengeluarkan Surat Edaran kepada camat dan desa untuk mendata warga desa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kami mau data dari desa, berapa dan siapa, sehingga kami bisa memberikan solusi dan bantuan yang tepat sasaran,” tegas Florensius Ronny.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor utama yang menyebabkan warga Sintang hidup di bawah garis kemiskinan.
Di antaranya adalah kondisi disabilitas yang membuat seseorang tidak mampu bekerja, serta penyakit berat atau kronis seperti TBC, pasca-stroke, hipertensi berat, dan diabetes yang mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk mencari penghasilan.
Selain faktor kesehatan, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kondisi sosial juga turut berpengaruh.
Florensius Ronny mencontohkan janda atau duda dengan jumlah anak yang banyak dan penghasilan terbatas sebagai kelompok yang rentan terjerat kemiskinan.
“Data orang-orang seperti inilah yang harus diprioritaskan untuk dicari. Saya mau tidak ada masyarakat yang hidup seperti ini tetapi tidak mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya Pemda Sintang,” ujarnya dengan tegas.
Baca juga: Pemkab Sintang Siapkan Pendataan Ulang Warga Miskin, Fokus Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Wakil Bupati Sintang menekankan bahwa warga yang masuk dalam kategori tersebut harus memperoleh bantuan pemerintah, baik berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan lain yang bersumber dari APBD Kabupaten Sintang.
Lebih lanjut, Florensius Ronny menargetkan data warga miskin berbasis desa sudah tersedia pada April 2026. Dengan demikian, pada rapat koordinasi berikutnya, pemerintah daerah dapat merumuskan langkah dan solusi konkret untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Camat Ketungau Hilir, Benediktus Hengky Saputra, menyampaikan bahwa proses pendataan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan di wilayahnya saat ini sedang berjalan.
“Pendataan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan sedang berproses. Kepala desa sedang mengumpulkan data yang akurat,” ujarnya.
Pendataan ini diharapkan menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sintang. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Anak SD dan SMP di Batu Ampar Kubu Raya Mulai Pakai Narkoba! Polisi Tangkap Pelaku Sabu |
|
|---|
| SPPG Lian Asa Borneo Tuai Pujian Menkopolkam, Dinilai Layak Jadi Contoh |
|
|---|
| Warga Keluhkan Limbah Dapur SPPG Sungai Batang, Yayasan Minta Maaf dan Janji Tanggung Jawab |
|
|---|
| PMI Sanggau dan Kalbar Ikut Bergabung Bersama Basarnas Lakukan Pencarian Helikopter Jatuh |
|
|---|
| Guru Ngaji di Sungai Batang Keluhkan Limbah Dapur SPPG, Air Bau Busuk Ganggu Aktivitas Wudhu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kabupaten-Sintang-dalam-mena.jpg)