Banjir Sambas

Banjir Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Sambas Berangsur Surut

Radit mengatakan, hasil monitoring itu banjir di Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, situasinya mulai surut. Pihaknya mencatat dua dusun

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
BANJIR DI SAMBAS - Warga Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang, Kalbar kembali beraktivitas normal saat banjir mulai surut, Selasa 13 Januari 2026. Banjir di Bengkawan sempat merendam dua dusun. Sedikitnya 185 KK terdampak banjir. 
Ringkasan Berita:
  • Dampak banjir juga merendam puluhan rumah warga dan fasilitas umum seperti sekolah. Akibatnya aktivitas masyarakat sempat terganggu.
  • Camat Seluas Radit S.Sos mengungkapkan, pihaknya telah melakukan monitoring kondisi banjir bersama Kepala Desa Bengkawan dan aparatur setempat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Banjir yang melanda Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berangsur surut, Selasa 13 Januari 2026.

Sedikitnya 185 Kepala Keluarga (KK)dilaporkan terdampak banjir yang merendam dua dusun di Desa Bengkawan. Yakni Dusun Sui Biang dan Bumbung.

Dampak banjir juga merendam puluhan rumah warga dan fasilitas umum seperti sekolah. Akibatnya aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Camat Seluas Radit S.Sos mengungkapkan, pihaknya telah melakukan monitoring kondisi banjir bersama Kepala Desa Bengkawan dan aparatur setempat.

Bahas Isu Strategis Perbatasan, Bupati Sambas Satono Dialog Bersama Unhan RI

"Monitoring situasi banjir di wilayah Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Sambas, telah dilakukan pada hari Jum'at tanggal 9 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Desa Bengkawan," kata Radit, Selasa.

Radit mengatakan, hasil monitoring itu banjir di Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, situasinya mulai surut. Pihaknya mencatat dua dusun yang terdampak banjir.

"Sebagai berikut, Dusun Sei Biang ketinggian air kurang lebih100 centimeter sampai dengan 200 centimeter. Jumlah rumah warga terdampak 50 KK jumlah warga terdampak 172 KK," katanya.

Dia menambahkan, dampak banjir merendam fasilitas umum sebanyak, 5 unit. Diantaranya SDN 20 Kerumbi, SDN 07 Tadan, Paud Tadan, Pustu, Gereja Katolik Tadan, Kereja Protestan Tadan.

Berikutnya di Dusun Bumbung ketinggian air kurang lebih 100 centimeter sampai 200 centimeter. Jumlah rumah warga terdampak 13 unit/KK.

"Warga terdampak berjumlah 17 KK. Fasilitas umum terdampak, 1 unit SDN 07 02 Bumbung," katanya.

Dia menerangkan, banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Biang dan Sungai Bumbung, disebabkan oleh curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

"Permukiman warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Biang dan Sungai Bumbung sehingga menjadi area paling terdampak genangan air, di perkirakan 2 hari kedepan banjir baru akan surut apabila curah hujan menurun," imbuhnya.

Dia menjelaskan, mengingat curah hujan masih terjadi, tidak menutup kemungkinan debit air Sungai Biang dan Sungai Bumbung akan kembali meningkat, sehingga potensi banjir susulan masih ada. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved