Penyuluh Pertanian dari Sambas Raih Penghargaan Mentan Amran
"Ada yang meraih penghasilan bersih hingga Rp 60 juta, bahkan kotor lebih dari Rp100 juta per musim tanam,” ungkap Darma.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kabar membanggakan Kabupaten Sambas muncul dari sosok Darma Irawan, seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL) berprestasi karena inovasi di sektor pertanian, Selasa 1 Juli 2025.
Penyuluh pertanian Darma Irawan meraih penghargaan dari Menteri Pertanian RI Amran pada peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 di KanPus Kementerian Pertanian, Jakarta.
Sebagai bentuk apresiasi, pada peringatan Hari Krida ke-53, Mentan Amran menyerahkan 10 unit sepeda motor operasional kepada penyuluh berprestasi salah satunya dari Kabupaten Sambas, Kalbar.
Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang dinilai aktif, inovatif, serta mampu menggerakkan petani dan mendukung pencapaian suasana pangan nasional.
PPL Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) Darma Irawan yang menjadi salah satu penyuluh berprestasi mengatakan, peringatan hari Krida ke-53 menekankan pentingnya transformasi penyuluh agar tetap relevan dan berdampak.
Untuk itu, kata Darma, penyuluh pertanian harus aktif mendukung langkah-langkah strategis pemerintah, utamanya Kementan dalam mewujudkan ketahanan pangan Nasional.
"Tidak hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai agen perubahan di lapangan," ungkap Darma, Selasa 1 Juli 2025.
Darma menjelaskan, penyuluh harus bertransformasi menjadi penyuluh yang sesuai dengan keadaan sekarang.
Baca juga: Kajari Sambas Press Release Penetapan Perwalian Dua Anak di Sambas
"Karena kami adalah ujung tombak untuk mewujudkan swasembada pangan, cita-cita besar Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Darma.
Darma juga mengapresiasi program Kementan yang bersinergi baik dengan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sambas seperti optimasi lahan dan Brigade Pangan yang telah berjalan sejak 2024.
"Program ini, sangat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," ucapnya.
Dia mengungkapkan, peran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas di bawah kepemimpinan Bupati Satono yang sejalan dengan program pusat menjadi kunci keberhasilan Kabupaten Sambas menjadi lumbung padi Kalbar.
"Semua pihak harus bekerja sama mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sambas, mulai dari PPL, Poktan, Gapoktan, Brigade Pangan, Babinsa, Organisasi Pertanian seperti Perhiptani, HKTI, KTNA, Tani Merdeka dan organisasi pertanian lainnya," kata Darma.
Lebih jauh, dia mengatakan, tahun ini sudah mulai musim tanam kedua dan bahkan bersiap ke musim tanam ketiga. Petani yang tergabung dalam Brigade Pangan sudah mulai panen dan menikmati hasilnya.
"Ada yang meraih penghasilan bersih hingga Rp 60 juta, bahkan kotor lebih dari Rp100 juta per musim tanam,” ungkap Darma.
| PKBM Kalbar Soroti 116 Ribu Anak Putus Sekolah, Pengamat Pendidikan : Faktor Ekonomi Pemicu Utama |
|
|---|
| Insiden Tragis, Pemotor Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Beruntun di Jalan Trans Kalimantan |
|
|---|
| Wagub Krisantus Sebut BPSDM Kalbar Sudah Representatif Jadi Pusat Diklat Nasional |
|
|---|
| Wagub Krisantus: ASN yang WFH Setiap Jumat Tetap Kerja, Bukan Jalan-jalan |
|
|---|
| Komisi III DPRD Ketapang Bahas Pelayanan BPJS Bersama RS Fatima Ketapang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/per-tan-ia-010725.jpg)