Diduga Disambar Petir, Warga Mentebah Kapuas Hulu Meninggal Dunia 

Iptu Didik Rianto menyampaikan, diduga korban meninggal dunia akibat tersambar petir di mana saat kejadian cuaca sedang turun hujan

Tayang:
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Safruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
TERSAMBAR PETIR - Jenazah korban saat berada di rumah duka di Desa Menarin, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu 12 April 2026. Korban meninggal dunia diduga tersambar petir saat berada di kebun. 
Ringkasan Berita:
  • Hamdan berangkat ke kebun Desa Menarin, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu Minggu 12 April 2026.
  • Sudah memasuki waktu maghrib Hamdan tak kunjung pulang sehingga disusul istri anaknya
  • Alangkah kagetnya sang istri menemukan suaminya beserta tiga ekor sapi miliknya tergeletak di tanah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Seorang Warga Desa Menarin, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, meninggal dunia, tersambar petir, Minggu 12 April 2026. 

Korban bernama Hamdan berusia 47 tahun, beralamat di Desa Menarin Kecamatan Mentebah, tersambar petir pada saat berada di kebun, sedang memberi makan sapi.

Berdasarkan keterangan istri korban, suaminya berangkat berangkat ke kebun sekitar pukul 14.00 WIB, menggunakan sepeda motor.

Namun sekitar pukul 17.50 WIB (setelah azan magrib), korban tidak kunjung pulang ke rumah, istri korban bersama anak langsung menyusul ke kebun.

Namun nasib berkata lain, terlihat korban sudah tergeletak di atas tanah dan tidak sadarkan diri, termasuk tiga ekor sapi yang dipelihara korban keadaan terbaring atau mati.

Baca juga: Heboh! Warga Kapuas Hulu Tonton Benda Bercahaya Jatuh dari Langit 

Melihat kondisi tersebut korban langsung dilarikan istri dan anaknya ke Puskesmas Mentebah untuk mendapatkan penanganan medis, namun pihak puskesmas menyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Mentebah, Iptu Didik Rianto menyampaikan, diduga korban meninggal dunia akibat tersambar petir, dimana saat kejadian cuaca di tempat tersebut sedang turun hujan.

"Menurut istri dan keluarga bahwa korban meninggal dunia, diduga sambaran petir, sehingga keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban, karena menyadarkan murni bencana, dan tidak melakukan tuntutan atas kejadian ini," ujar IPTU Didik kepada Tribunpontianak.co.id, Senin 13 April 2026.

Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman pada hari ini. 

"Mudah-mudahan keluarga korban tetap bersabar," katanya. (rul)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved