TRAGIS Niat Liburan Menikmati Momen Lebaran, Fadli Meninggal Dunia Ditempat Wisata Riam Angan Landak
Fadli meninggal dunia akibat tenggelam di tempat wisata Riam Angan, Jelimpo. Kejadian naas itu Senin 7 April 2025 siang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Tragis kisah Fadli (17) niatnya ingin berlibur dan menikmati momen lebaran bersama keluarga, namun takdir berkata lain.
Fadli awalnya berlibur bersama keluarga datang dari Pontianak ke Kota Ngabang, Kabupaten Landak dan pergi ketempat wisata Riam Angan, Kecamatan Jelimpo, Landak.
Tak disangka momentum kebersamaan dan bahagia itu menjadi duka bagi keluarga dan kerabat remaja yang kini duduk dibangku SMA tersebut.
Fadli meninggal dunia akibat tenggelam di tempat wisata Riam Angan, Jelimpo.
Kejadian naas itu Senin 7 April 2025 siang.
Baca juga: RIAM ANGAN Jelimpo Kabupaten Landak Menelan Korban! Niat Liburan Remaja Pontianak Tewas Tenggelam
Kasat Reskrim Polres Landak AKP Heri Susandi menceritakan kejadian naas yang menimpa Fadli pada Tribun Pontianak.
"Iya benar ada yang meninggal tenggelam, korban atas nama Fadli (17), kelas 2 SMA, warga Kota Pontianak. Turut berduka atas kejadian tersebut," ujar Heri Susandi.
Mendapat kabar adanya kejadian naas itu, pihaknya bersama Polsek Ngabang memang langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menginterogasi saksi-saksi, termasuk orangtua korban.
"Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai kelalaian yang berujung terjadi musibah. Selain itu menolak untuk dilakukan autopsi, jadi langsung diserahkan kepada pihak keluarga," kata Kasat.
Baca juga: Satu Rumah di Dusun Martalaya Landak Terbakar, Kapolsek Ngabang Beberkan Kronologinya
Awalnya, lanjut Kasat, korban bersama keluarganya sekitar 20an orang memang pergi liburan ke tempat wisata Riam Angan tersebut. Mereka datang dari Kota Pontianak menuju Ngabang, dan kebetulan ada keluarga di Kota Ngabang.
Korban yang merupakan warga Kota Pontianak ini sebelumnya sempat bergurau jika pura-pura tenggelam.
"Dari keterangan yang kami peroleh, si korban ini katanya sempat seperti bergurau dengan saudaranya, seolah-olah tenggelam," jelas Kasat.
Namun ternyata, hal tersebut benar adanya bahwa korban benar-benar minta tolong karena akan tenggelam.
"Itu saudaranya yang sempat melihat korban minta tolong sampai menyesal, karena dikirain memang memang bergurau," beber Kasat.
Diketahuinya korban benar-benar tenggelam setelah keluarga menghitung jumlah mereka, ternyata memang kurang satu.
Menanti Ibu di Ambang Pintu, Kisah Dafa dan Syafa Anak Panti yang Belajar Bertumbuh dalam Rindu |
![]() |
---|
HARTA Kekayaan Menbud Fadli Zon yang Tetapkan 17 Oktober Jadi HKN |
![]() |
---|
HARI Kebudayan Resmi Jatuh Setiap 17 Oktober Persis Ultah Presiden Prabowo |
![]() |
---|
HARTA Kekayaan Menbud Fadli Zon yang Diprotes Usai Ragukan Pemerkosaan Massal di Mei 1998 |
![]() |
---|
MABT Mempawah Kecam Pernyataan Fadli Zon Soal Tragedi Mei 1998, Subandio: Menyayat Hati Korban |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.