Ditinggal Istri Pulang ke Sambas, Pria 38 Tahun di Kuala Dua Kubu Raya Akhiri Hidup Gantung Diri
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menjelaskan kejadian yang menimpa M (38) pada Selasa, 8 April 2025, sekira pukul 16.00 WIB.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Entah apa yang ada dipikiran M (38) yang mengakhiri hidupnya dengan tragis.
Pria 38 tahun yang tinggal Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Peristiwa ini diketahui ketika sang istri meminta tetangganya untuk mengecek atau melihat suaminya yang tak bisa dihubungi.
Kala itu, sang istri tengah berada di Kabupaten Sambas.
Baca juga: TRAGIS Niat Liburan Menikmati Momen Lebaran, Fadli Meninggal Dunia Ditempat Wisata Riam Angan Landak
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menjelaskan kejadian yang menimpa M (38) pada Selasa, 8 April 2025, sekira pukul 16.00 WIB.
"Peristiwa itu diketahui setelah istri korban yang sedang berada di Kabupaten Sambas menghubungi tetangga melalui WhatsApp, meminta tolong untuk mengecek kondisi suaminya di rumah karena tidak bisa dihubungi," jelas Ade saat dikonfirmasi, Rabu 9 April 2025, pagi.
Seketika tetangga langsung mengecek kerumahnya dan sempat memanggil beberapa kali.
Namun tidak ada jawaban dari peria berusia 38 tahun itu.
Kemudian mencoba mengintip ke dalam rumah melalui celah pintu dan melihat sepeda motor korban masih terparkir di dalam.
Baca juga: Dua Wanita Luka Serius Usai Tabrakan dengan Pick Up di Jalan Raya Sungai Bening Sajingan Besar
"Melihat hal tersebut, saksi lalu melapor kepada Ketua RT setempat. Bersama Ketua RT, saksi masuk ke dalam rumah melalui jendela depan yang tidak terkunci. Mereka mendapati korban di ruang dapur dalam posisi tergantung dengan seutas kabel," ungkapnya.
Tim Inafis Polres Kubu Raya dan anggota Polsek Sungai Raya yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat persoalan keluarga.
"Diduga korban depresi karena masalah keluarga. Hal ini dikuatkan oleh keterangan pihak keluarga dan saksi," jelasnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah. Jenazah pun telah diserahkan ke keluarga untuk segera dimakamkan.
Polres Kubu Raya mengimbau, masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental orang di sekitarnya dan tidak segan mencari bantuan jika menghadapi tekanan hidup yang berat agar peristiwa tersebut tidak terulang di kemudian hari.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Unjuk Rasa di Pontianak Ricuh, Kapolresta: Mari Jaga Kota Tetap Damai dan Kondusif |
![]() |
---|
Dorong Literasi Keuangan pada Pelajar dan Mahasiswa Lewat Pegadaian Mengajar Area Pontianak |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.