Karhutla di Kalbar

Karhutla di Kalbar, 2 Hektar Lahan di Desa Malek Sambas Terbakar Petugas Berjibaku Padamkan Api

"Polsek Paloh patroli pencegahan dan penanggulangan hotspot di wilkum Kecamatan Paloh. Penanganan dan penanggulangan titik api atau hotspot," kata AKP

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Petugas Kepolisian dan unsur terkait lainnya di wilayah Kecamatan Paloh, berupaya memadamkan api karhutla di Desa Malek, Kecamatan Paloh. Petugas gabungan memadamkan area terbakar mencapai luas 2 hektar, Rabu 23 Oktober 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kurang lebih 2 hektar lahan di Desa Malek, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu 23 Oktober 2024.

Sejumlah petugas melakukan patroli untuk memadamkan karhutla. Unsur yang terlibat pemadaman api mulai Polsek Paloh, Koramil, Manggala Agni.

Kapolsek Paloh AKP Joko saat dikonfirmasi membenarkan terdapat areal lahan yang terbakar di Desa Malek, Kecamatan Paloh.

"Polsek Paloh patroli pencegahan dan penanggulangan hotspot di wilkum Kecamatan Paloh. Penanganan dan penanggulangan titik api atau hotspot," kata AKP Joko, Rabu 23 Oktober 2024.

Didi Haryono Siap Kawal Warga Kapuas Hulu Hadapi Masalah PETI dan Karhutla

AKBP Joko mengatakan patroli digelar mulai pukul 08.30 tepatnya di Dusun Purun Rt. 004 Rw. 002 Desa Malek. Luas areal lahan yang terbakar kurang lebih 2 hektare.

"Pemilik lahan dan penyebab masih belum di ketahui. Sementara masih belum diketahui," ungkapnya.

Dia menyebutkan, status lahan yang terbakar berada di zona APL atau areal penggunaan lain.

"Jumlah personil terlibat patroli dan pemadaman, Polsek Paloh 8 personil, TNI Koramil Paloh 5 personil, Manggala Agni, perangkat desa dan MPA Desa Malek 10 Orang, BNPB, BKSDA Resort Paloh, KPH Sambas," ucapnya.

Lebih jauh, dia bilang upaya pemadaman api terhambat cuaca yang panas sehingga tanaman di sekitar lokasi hotspot mengering.

"Hembusan angin yang kencang membuat api mudah menyala dan menyebar. Minimnya peralatan yang digunakan sehingga menghambat proses pemadaman," terangnya.

Kondisi geografis lahan yang terbakar, kata dia, berupa vegetasi kayu mati, resam, pakis dan ilalang. 

"Sumber air tidak ada, jenis tanah  mineral. Cuaca di lokasi panas," tuturnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved