Debat Pilkada Kalbar 2024

Debat Publik Pilgub Kalbar 2024, Pengamat Pendidikan Sorot Isu yang Harus Jadi Prioritas

Kemudian rujukan ketahahan kesehatan bagaimana memberikan pemahaman kesehatan tentang pentingnya menjaga kesehatan. 

|
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Suherdiyanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat akan menggelar Debat Publik pertama untuk Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2024, yang akan dilaksanakan pukul 18.30 WIB, di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Rabu 23 Oktober 2024.

Adapun tema dalam Debat Publik Pertama ini adalah, Meningkatkan Kesehateraan Masyarakat, Sumber Daya Manusia Unggul dan Menciptakan Inovasi untuk kemajuan daerah.

Dengan subtema, yakni pertama Kebijakan pengelolaan Sumber Daya Alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Kedua, perlindungan jaminan sosial,dan kesehatan masyarakat yang menyeluruh dan terpadu, yang ketiga, yakni peningkatan mutu dan layanan Pendidikan Formal dan Non Formal. Lalu, keempat yakni  Peningkatan Kualitas SDM yang unggul melalui pendidikan dan pelatihan.

Kelima, yakni Inovasi untuk pemberdayaan UMKM, dan yang keenam adalah Kebijakan Pemda mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Jelang Debat Perdana Pilgub Kalbar 2024, Gema Harap para Cagub Berikan Harapan Realistis 

Tanggapan  Pengamat Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Suherdiyanto terhadap tema dan subtema yang menjadi fokus dalam Debat Publik Pasangan Cagub dan Cawagub Kalbar.

Terkait inovasi kemajuan daerah tentunya Cagub dan Cawagub Kalbar, dikatakannya harus punya visi bagaimana untuk mengembangkan dan terus meningkatkan indeks inovasi daerah.

“Kalau kita melihat perkembangannya , Kalbar pada tahun 2017 pernah berada di posisi urutan ketiga yang akhirnya berkembang ke urutan 13 , dan terus berupaya untuk meningkatkan Indeks Inovasi Daerah . Sehingga diatas skor 65-70 , sehingga menjadi lebih inovatif,”ujarnya.

Tentunya, mengenai hal ini masih menjadi PR bagi Cagub dan Cawagub Kalbar kedepannya, karena pengembangan yang dilakukan seyogyanya harus fokus pada pelayanan kepada masyarakat. 

“Dan sangat teknis seperti pelayanan dibidang kesehatan, pendidikan dan pendudukan dan pencatatan sipil, bahkan pelayanan pendapatan daerah,”jelasnya.

Tentu itu semua, dikatakannya menjadi isu yang sangat penting untuk pengembangan inovasi daerah. Sehingga harus ada solusi dan alternatif bagaimana gubernur sebagai kepala daerah bisa memberikan motivasi kepada seluruh OPD dan jajarannya , untuk terus meningkatkan inovasi.

Dikatakannya bahwa inovasi ini tidak sebatas diatas kertas dan hanya untuk mengejar peringkat indeks inovasi daerah, tapi bagaimana kebermanfaatan inovasi itu dibuat untuk kebaikan dan untuk layanan efisien dan efektif bagi masyarakat Kalbar.

Selain itu, ia juga menyampaikan berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia di Kalimantan Barat.

“Ini kita lihat dari dua aspek , yakni aspek pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.

Yang pertama dilihat dari aspek pendidikan, kalau melihat IPM Kalbar artinya Kalbar masih diposisi 70,47 poin pada tahun 2023. Dan angka ini meningkat 0,76 poin (1,09 persen) dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 69,71. Walaupun demikian Kalbar masih diurutan bawah berkaitan IPM. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved