DPRD Kota Pontianak
Marak Tawuran Bawa Sajam di Pontianak, Anggota DPRD Sebut Perlu Pendekatan Religi
Bebby Nailufa mengatakan adanya kenakalan remaja seperti tawuran dengan membawa Sajam menunjukkan ada yang salah dengan dunia pendidikan.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa menyoroti aksi tawuran antar pelajar dengan membawa senjata tajam (Sajam) di Kota Pontianak.
Bebby Nailufa mengatakan adanya kenakalan remaja seperti tawuran dengan membawa Sajam menunjukkan ada yang salah dengan dunia Pendidikan
"Artinya ada yang salah dengan dunia Pendidikan kita sekarang ini. Apalagi yang kita dengar dulunya hanya kota-kota besar seperti Jakarta. Namun ini sudah merambah di Kota Pontianak, tentunya harus ada suatu program sebagai kearifan lokal dimana kita harus mengadopsi sesuatu yang mempunyai nilai baik di daerah provinsi lain atau dari kota-kota lain," ujarnya pada Jumat 10 Mei 2024.
Bagaimana mengurangi angka kenakalan remaja dan bagaimana agar program-program nyata bisa berjalan, diakui Bebby selalu ia sampaikan.
Dimana kata Bebby pendekatan kepada anak-anak atau remaja-remaja salah satunya adalah dengan pendekatan religi.
"Bagaimana sebuah inovasi terkait anak-anak sudah harus di tambahkan suatu nilai-nilai agama. Misalnya sebelum melakukan proses belajar mengajar sebagai suatu fondasi dasar dengan membaca Al Qur'an misalnya," ujarnya.
• Pemkot Pontianak Upayakan Target Kepesertaan JKN Capai 98 Persen
• Pj Wako Ani: Kepesertaan JKN Sudah Mengcover Jumlah Masyarakat Miskin di Kota Pontianak
Guru sebagai tenaga pengajar juga sebagai tenaga pendidik harusnya menyadari di mana kekurangan-kekurangan pelajar saat ini adalah moralitas yang rendah.
Selanjutnya, bagaimana pemahaman-pemahaman nilai-nilai suatu adab yang baik kata Bebby harus diberikan.
"Pemahamannya yang paling tepat adalah pendekatan religi, ada suatu program yang cukup baik di Jambi pada saat kami kunker adalah bagaimana menghasilkan atau mencetak 10.000 hafiz dan Hafizah. Harusnya sebelum proses belajar anak-anak dibekali suatu apa hafalan Alquran setiap pagi, anak-anak dibimbing untuk ke sesuatu yang religi," ujarnya.
Hal tersebut merupakan bekal di masa depan. Pemerintah Kota Pontianak kata dia juga harus peduli terhadap permasalahan yang ada, tentunya memberi solusi agar tingkat kenakalan remaja bisa dikurangi di Kota Pontianak.
"Apabila mereka berada di suatu rel yang baik insya Allah mereka akan kembali kepada sesuatu yang baik dan banyak sekali sekarang orang tua dengan ketahanan keluarga yang minim sehingga mengakibatkan anak-anak menjadi korban. Artinya bahwa banyak sekali perceraian-perceraian yang mengakibatkan anak-anak akhirnya meniru hal-hal yang tidak baik dan negatif," ujarnya.
Ia berharap berbagai program-program yang baik harus lebih ditingkatkan terkait anggarannya.
"Karena kita cukup miris sekali kalau kenakalan remaja kemudian mengakibatkan prostitusi, mengorbankan anak-anak muda kita. Jadi harus peduli dan lebih peka. Pembangunan tidak hanya pembangunan terkait infrastruktur tapi pembangunan SDM agar ke depan anak-anak menjadi generasi-generasi emas kita," ujarnya.
(*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
DPRD Kota Pontianak Ragukan Data Kemiskinan BPS |
![]() |
---|
Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Mansyur : Keselamatan Pasien Lebih Utama daripada Administrasi |
![]() |
---|
DPRD Pontianak Dukung Kebijakan Pemkot Pengelolaan Sampah pada Bidang Jasa Makanan dan Minuman |
![]() |
---|
Ketua DPRD Pontianak Desak Pengusaha Tak Lagi Gunakan Gas Subsidi 3 Kg |
![]() |
---|
Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg, Anggota DPRD Husin : Jika Masih Kedapatan Izinnya Dicabut Saja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.