Kunker Wapres Maruf Amin

Ani Sofian Sebut Tanggapan Wapres RI Pasca Berkunjung ke Posyandu Terkait Stunting di Pontianak

Ia mengatakan juga diberikan makanan tambahan sebagai contohkan kepada ibu-ibu untuk diimplementasikan bagi anaknya mengalami stunting.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Ani Sofian menyerahkan bantuan kepada orangtua yang anaknya terdata stunting di Posyandu Surya Sehat, Jalan Parit H Husin 1 Gang Al Qadar pada Rabu 27 Maret 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Ma'aruf Amin ke Kota Pontianak adalah mengunjungi Posyandu Surya Sehat, Jalan Parit H Husin 1 Gang Al Qadar pada Rabu 27 Maret 2024.

PJ Wako Pontianak Ani Sofian mengatakan kunjungan kerja Wapres ke Kalbar ada beberapa agenda. Untuk kunjungan resmi diantaranya melantik Pengurus Ekonomi Syariah.

Kunjungan dilanjutkan dengan kunjungan ke posyandu dalam rangka memastikan bahwa memang benar pernah meraih juara, dari segi pelayanan satu hari 60 orang yang berkunjung dan melayani 1 RT, 1 RW.

"Beliau menyarankan ada peningkatan pelayanan yang lebih baik, agar stunting cepat teratasi. Dari data pak Wapres cukup puas karena data stunting sudah sesuai target yang ditentukan yaitu 14 persen," ujarnya.

Adapun bantuan yang diserahkan pemerintah kata Ani diantaranya telur, minyak goreng dan beras.

Baca juga: Simak Agenda Kunker Hari Kedua Maruf Amin di Pontianak, Mulai dari Pengukuhan hingga Peninjauan

Ia mengatakan juga diberikan makanan tambahan sebagai contohkan kepada ibu-ibu untuk diimplementasikan bagi anaknya mengalami stunting.

Sesuai dengan arah kebijakan pemerintah pusat, Ani mengatakan ada tiga aspek prioritas diantaranya stunting, inflasi dan kemiskinan ekstrem.

"Ini relevan dengan kebijakan pusat. Stunting sangat berpengaruh terhadap generasi bangsa, tingkat kecerdasan anak kurang sehingga perlu intervensi pemerintah agar kecerdasan anak penderita stunting meningkat," ujarnya.

Untuk menciptakan generasi emas kata dia, bayi dan anak-anak harus terbebas dari stunting.

"Kita berharap 2024, mereka bisa bersaing bukan hanya di tingkat daerah, nasional dan internasional," ujarnya.

Terkait pengentasan kemiskinan ekstrem yang menjadi prioritas kebijakan, Pemkot kata Ani termasuk kota dengan kemiskinan ekstrem yang rendah.

"Untuk kemiskinan ekstrem kita optimis, Kota Pontianak sudah 0 angkanya. Untuk stunting sudah dibawah 14 persen, target nasional 14 persen, kita sudah melampaui lebih rendah dari target," ujarnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved