Kunker Wapres Maruf Amin
Kunjungi Posyandu di Pontianak, Ma’ruf Amin Apresiasi Pemprov Kalbar dalam Penanganan Stunting
Diketahui, Pemerintah akan melakukan penimbangan balita secara serentak pada April–Mei 2024 mendatang.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin bersama istri dan didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson dan Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari saat mengunjungi Posyandu Surya Sehat di Jalan Paris 1, Kota Pontianak, Rabu 27 Maret 2024.
Diketahui, Pemerintah akan melakukan penimbangan balita secara serentak pada April–Mei 2024 mendatang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data balita stunting atau gangguan tumbuh kembang secara lengkap.
Ma’ruf Amin mengatakan penimbangan serentak ini direncanakan akan digelar dua kali dalam setahun, untuk mengecek kondisi anak antara umur 0 – 59 bulan.
Selain itu, untuk menyadarkan para ibu tentang pentingnya menjaga kesehatan anak.
“Apa yang harus dilakukan? Pertama, standarnya harus sama, untuk mengukur ini, standarnya harus sama, jangan sampai tidak sama, kemudian nanti berbeda-beda. Dan yang kedua, hasilnya juga harus akurat,” katanya di sela kunjungan kerjanya di Pontianak, Rabu 27 Maret 2024.
• Simak Agenda Kunker Hari Kedua Maruf Amin di Pontianak, Mulai dari Pengukuhan hingga Peninjauan
Meski demikian, ia mengharapkan para orang tua tetap melakukan pemeriksaan rutin kepada anak, setidaknya sebulan sekali di posyandu.
“Sehingga tidak hanya mengikuti yang standar satu tahun dua kali, tetapi, ini juga tetap dilakukan rutin, sehingga menjadi bagian yang dimonitor oleh Puskesmas setempat,” ujar Wapres Ma’ruf.
Dalam hal ini, Ma’ruf Amin juga mengapresiasi langkah-langkah Pemprov dalam menurunkan angka stunting.
"Saya senang sekali apa yang sudah dilakukan oleh Provinsi Kalbar dalam menurunkan angka stunting. Mudah-mudahan Provinsi Kalbar cepat mencapai angka yang ditargetkan oleh Pemerintah yakni 14 persen," harapnya.
Di momentum ini, Pj Gubernur Harisson melaporkan bahwa berdasarkan data SKI Tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kalbar menurun.
"Hasil SKI tahun 2023 stunting di Kalbar mencapai 24,5 persen atau turun 3,3 persen dari hasil SKI tahun 2022 sebesar 27,8 persen. Sedangkan data E-PPGBM pada bulan Februari 2024, angka stunting di Kalbar telah mencapai 15,3 persen, dimana Kota Pontianak mencatat capaian 6,4 persen,” ungkap Harisson.
• Pesan Wapres Maruf Amin Usai Salat Tarawih di Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Sejauh ini untuk Penanganan stunting di Kalbar terus dilakulan dengan melibatkan banyak pihak dengan bersinergi dan berkolaborasi.
"Kita bersinergi dan bergerak bersama dalam mencegah terjadinya stunting serta mengatasi kasus-kasus stunting yang ada di seluruh pelosok Kalbar,” ujarnya.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi tidak dapat bergerak sendiri dalam menangani kasus stunting, yang juga harus turut menggandeng pemangku kepentingan lainnya, juga terus mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting.
Bupati Sambas Hadiri Pengukuhan KDEKS Kalbar Disaksikan Wapres Ma'ruf Amin |
![]() |
---|
Pj Gubernur Harisson Dikukuhkan sebagai Ketua KDEKS Provinsi Kalbar |
![]() |
---|
Wapres RI Dorong Peningkatan Investasi dan Pengembangan Industri Halal di Kalbar |
![]() |
---|
KDEKS Provinsi Kalbar dikukuhkan, Wapres RI Harapkan Terus Berikan Nilai Tambah untuk Ekonomi Daerah |
![]() |
---|
Ani Sofian Sebut Tanggapan Wapres RI Pasca Berkunjung ke Posyandu Terkait Stunting di Pontianak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.