Bulog Kalbar Sebut Kebutuhan Beras SPHP se-Kalbar Hampir 200 Ton per Hari

Dedi menjelaskan permintaan beras SPHP selalu meningkat tiap bulan, diketahui sejak bulan September 2023 hingga saat ini terus alami peningkatan.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Barat Dedi Aprilyadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Barat, Dedi Aprilyadi mengatakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) atau persediaan beras yang dikuasai dan dikelola oleh Pemerintah pada Perum Bulog di Gudang Bulog sebanyak 7.500 ton.

Untuk mengantisipasi kenaikan yang signifikan, pemerintah melalui Perum Bulog yang merupakan badan usaha milik negara bergerak di bidang pangan menggelontorkan beras SPHP.

"Bulan ini rata-rata permintaan beras SPHP sebanyak 150 hingga 200 ton per hari se-Kalbar. Selain operasi pasar kami terus menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), baik ke pasar-pasar tradisional, toko-toko, retail modern maupun Rumah Pangan Kita (RPK)," ujar Dedi pada Minggu, 25 Februari 2024.

Dedi mengatakan Bulog rutin melaksanakan Operasi Pasar (OP), baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pemerintah kota, kabupaten dan provinsi. Sejak awal tahun 2024 ini, SPHP yang sudah Perum Bulog gelontorkan sampai dengan saat ini sebanyak 4.937 ton.

Stok beras SPHP yang akan masuk dari DKI kata dia total sebanyak 5.000 ton dimana 3.000 ton masih dalam perjalanan.

Baca juga: Harga Beras Naik di Kalbar, Harisson Ingatkan Jangan Sampai Ada Distributor Nakal Ambil Keuntungan

Sedangkan beras dari Vietnam sebanyak 9.200 ton pada awal Maret lewat Pelabuhan Kijing.

Pihaknya sudah menggelar Operasi Pasar di beberapa titik. Di antaranya di Pasar Mawar pada 19 Februari 2024, tanggal 21 Februari di Jungkat, tanggal 26 Februari di Pasar Rasau dan tanggal 28 Februari di Pasar Teratai, namun kata Dedi lokasi tentative.

Dedi menjelaskan permintaan beras SPHP selalu meningkat tiap bulan, diketahui sejak bulan September 2023 hingga saat ini terus alami peningkatan.

"Pada bulan September lalu permintaan SPHP hanya berkisar 1.000 ton, namun bulan lalu mencapai 2.500 hingga 3.000 ton," ujarnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved