Harga Beras Naik di Kalbar, Harisson Ingatkan Jangan Sampai Ada Distributor Nakal Ambil Keuntungan
“Dampak Elnino ini menyebabkan petani gagal panen, pengunduran masa tanam. Sehingga stok terbatas,” ujar Harisson.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson menyampaikan dampak dari perubahan iklim yang tak menentu, membuat hasil panen petani tidak maksimal.
Sehingga menyebabkan stok beras terbatas, yang berdampak pada kenaikan harga beras saat ini.
“Dampak Elnino ini menyebabkan petani gagal panen, pengunduran masa tanam. Sehingga stok terbatas,” ujar Harisson.
Ia menegaskan bahwa perubahan iklim ini, menjadi faktor utama terhadap melonjaknya harga beras dipasaran, sebab masa panen petani pun mundur selama 2 hingga 3 bulan.
Kondisi gagal panen akibat dampak dari Elnino ini, terjadi di negara-negara produsen beras terbesar seperti India, Thailand dan Vietnam, yang berdampak pada stok beras di negara tersebut menjadi terbatas.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Pontianak City Run 2024, Berikan Dampak Pariwisata dan Ekonomi
Padahal selama ini stok di negara tersebut melimpah dan melakukan ekspor, salah satunya ke negara Indonesia.
“Namun kondisi saat ini, di negara mereka juga harus menjaga stok beras. Sehingga untuk ekspor ke negara lain harus dibatasi, karena mereka harus menjaga stok karena dampak dari Elnino tersebut,” ujarnya.
Lalu, disisi lain situasi perang di belahan dunia juga menghambat lalu lintas pasokan bahan kebutuhan pangan.
“Situasi dunia yang perang dimana-mana, menyebabkan terhambatnya lalu lintas pasokan bahan kebutuhan pangan. Perang itu juga menyebabkan kenaikan harga BBM, yang mempengaruhi biaya angkut impor bahan pangan,” papar Harisson.
Harisson mengatakan itu juga yang menjadi faktor utama Indonesia harus mengimpor beras dari luar, karena terganggu dampak dari elnino yang mengakibatkan masa panen mundur, dan masa tanam terhambat.
“Kita mengimpor beras dari luar negeri yang harga nya sudah mahal. Namun harga beras yang diberikan kepada masyarakat itu sudah kita subsidi. Tapi pemerintah memastikan walau harga mahal, pemerintah tetap mengimpor beras karena memang harga nya sudah disubsidi,” ujarnya.
Namun sampai saat ini, pemerintah juga melakukan impor beras sehingga ketersediaan beras terjamin.
Pada situasi saat ini, Harisson berharap agar tak ada spekulan yang memanfaarkan situasi ini untuk mengambil keuntungan, dengan cara menyimpan beras digudang secara berlebihan.
“Ini bisa terlihat dari hitungan berapa banyak stok yang keluar masuk dari gudang mereka. Apabila ditemukan distributor nakal seperti ini di Kalbar, saya pastikan mereka mendapatkan sanksi sesuai hukuman yang berlaku, bahkan sampai pidana,”tegasnya Harisson.
“Jangan sampai ada spekulan yang memanfaatkan situasi, menahan beras di gudang mereka, sehingga ketersediaan beras di pasar berkurang,” tambahnya.
Update Harga Sembako di Kalimantan Barat Hari Ini Terbaru: Cabai Naik, Bawang dan Daging Turun |
![]() |
---|
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
UPDATE Daftar Harga Beras Medium Hari Ini, Tertinggi Papua Tengah Rp 23.155 per Kg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.