Casis Bintara Meninggal

BREAKING NEWS - Ungkap Penyebab Kematian Casis Bintara di Sintang, Polisi Sebut Ada Zat Berbahaya

"Penyebab Kematian Sudaryanto disimpulkan akibat masuknya zat berbahaya dari luar tubuh. Tidak ada penganiyaan dalam tubuh korban," kata Kapolres Sint

|
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/POLRES SINTANG
Kapolres Sintang, AKBP Dwi Prasetyo Wibowo menyampaikan hasil autopsi terhadap jenazah Sudaryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Setelah lebih dari tiga bulan, Polres Sintang akhirnya mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah Sudaryanto.

Calon Siswa (Casis) Bintara Polri asal Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat itu ditemukan warga meninggal dunia di sebuah Lanting yang berada di pinggir Sungai Melawi jalan Teuku Umar, Desa Baning Kecamatan Sintang, pada Selasa 5 September 2023 tahun lalu.

Pria berusia 20 merupakan warga Dusun Kampung Baru, Desa Nanga Jetak, Kecamatan Dedai. Dia merupakan MD Calon Siswa (Casis) Bintara Polri PTU TA 2023.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, tidak ditemukan adanya bekas penganiyaan. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri, penyebab kematian Sudaryanto akibat masuknya zat berbahaya dari luar tubuh.

Kadisdikbud Sintang Optimis Serapan Anggaran Lebih Baik dari Tahun 2023

"Penyebab Kematian Sudaryanto disimpulkan akibat masuknya zat berbahaya dari luar tubuh.
Tidak ada penganiyaan dalam tubuh korban," kata Kapolres Sintang, AKBP Dwi Prasetyo Wibowo, Selasa 16 Januari 2024.

Hingga saat ini, tim Forensik dan laboratorium belum dapat mengidentifikasi jenis zat berbahaya yang menyebabkan Sudaryanto meninggal dunia.

Namun, akibat zat berbahaya dari luar yang masuk ke tubuh melalui saluran cerna, menyebabkan erosi dan pendarahan lambung, pembengkakan pada otak dan organ dalam sehingga menyebabkan mati lemas. "Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, handphone kita periksa, termasuk mendatangi toko yang dikunjungi oleh korban," jelasnya.

Kapolres memastikan sudah berupaya maksimal untuk mengungkap seterang-terangnya kasus kematian Casis Bintara Polri Asal Dedai ini. Dia pun memastikan akan mendalami perkara ini apabila ada informasi terbaru.

"Kami sudah maksimal. Dari hasil lab ini, kalau nanti ada informasi lain kita dapat akan kita dalami lagi. Yang pasti tidak ada penganiyaan dalam tubuh korban kedepan. Kalau ada informasi terbaru yang bisa mengarah ke petunjuk lain kita dalami. Tapi untuk sekarang hasil labnya seperti itu. Butuh proses yang lama untuk dapat mengetahui hasil. Sampel kita kirim ke jakarta untuk di lab sampai dikirim ke makasar," ungkap Kapolres.  (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved