Waspada DBD
Dinkes Pontianak Gencar Sosialisasi Cegah DBD Tahun 2024, Ini Imbauan Saptiko
Sekitar rumah, kata Saptiko harus bebas dari jentik agar tak berpotensi menularkan virus DBD ke manusia.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak Saptiko mengatakan Dinkes Kota Pontianak sedang gencar melakukan berbagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di antaranya dengan melakukan sosialisasi dan imbauan.
"DBD pada 2023 sempat ada kenaikan, terakhir di angka 128 kasus yang terlapor. Sejak bulan Desember memang ada penurunan, kasusnya tetap ada tapi mengalami penurunan. Untuk tahun 2024 kita sudah melakukan antisipasi tentunya sosialisasi tetap kita gencarkan," ujarnya, Jumat 5 Januari 2024.
Saptiko mengaku memang jika dilihat dari kunjungan rumah sakit banyak pasien yang dirawat, dimana umumnya pasiennya berasal dari luar Kota Pontianak.
Selain itu kata dia banyaknya pasien di tampung di rumah sakit karena bentuk upaya pencegahan terhadap DBD.
"Artinya yang masih terduga DBD tetap dirawat karena DBD ini tidak bisa diprediksi. Agar tidak lebih parah makanya dirawat meskipun pihak rumah sakit hanya baru curiga apabila memiliki ciri yang hampir sama. Nah itu yang membuat banyaknya pasien dirawat," ujarnya.
• Pembangunan MPP dan Renovasi Pasar Kapuas Indah Pontianak Masuk Radar Pengawasan KPK
Kunci utama pencegahan DBD adalah memberantas jentik dengan cara menjaga lingkungan sekitar termasuk lingkungan sekolah.
Sekitar rumah, kata Saptiko harus bebas dari jentik agar tak berpotensi menularkan virus DBD ke manusia.
"Kepada masyarakat kita imbau untuk terus menjaga lingkungan, itu yang sangat penting. Jangan sampai di rumah ada jentik aydes.
Untuk mereka yang anaknya sekolah sebagai bentuk upaya pencegahan DBD berikan anak minyak serai sebelum pergi ke sekolah," ujarnya.
Kepada pihak sekolah Dinkes Kota Pontianak juga mengimbau untuk terus menjaga kesehatan lingkungannya dengan rutin melakukan bersih-bersih agar tidak ada jentik di sekolah.
"Karena jika tidak ada jentik tidak ada penularan. Pihak sekolah juga kita minta untuk menghimbau kepada murid-muridnya untuk memakai minyak serai atau lotion anti nyamuk akan terhindar dari gigitan nyamuk," ujarnya.
Masyarakat yang membutuhkan abate dan fogging kata Saptiko juga bisa mendatangi Puskesmas terdekat.
• Top 3 Pontianak Hari Ini: Maman Bicara IKN, Rektor UPB Lantik Dekan Fakultas-Direktur Pacasarjana
(*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini
Lima Pasien DBD Dirawat di RS Achmad Diponegoro Putussibau, 4 Pasien Akan Dipulangkan |
![]() |
---|
Waspada DBD, Puskesmas Boyan Tanjung Kapuas Hulu Koordinasi ke Camat |
![]() |
---|
Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Catat 20 Kasus DBD Selama Desember 2024 |
![]() |
---|
Dua Anak Meninggal Dunia Akibat DBD di Kapuas Hulu, Dinkes Minta Masyarakat Lebih Waspada |
![]() |
---|
Penderita DBD di Kapuas Hulu Capai 164 Orang, Dua Diantaranya Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.