Pj Wali Kota Pontianak

Pengamat Ekonomi Untan Ungkap Tantangan Pj Wako Pontianak Setahun Kedepan

Sebagai informasi, masa jabatan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono berakhir pada Sabtu 23 Desember 2023.

|
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Prof Eddy Suratman 

Poin ketiga, menurut Eddy yang penting diperhatikan oleh Pj Wako adalah tingkat pengangguran terbuka di kota itu yang paling tinggi se Kalbar.

Tingkat pengangguran terbuka kota itu di atas 10 persen, di kabupaten-kabupaten yang lain itu di bawah 10 persen. Ada yang bahkan hanya 3 persen namun Kota Pontianak di atas 10 persen.

"Saya mau katakan ini bukan sesuatu yang buruk hampir semua perkotaan begitu. Karena orang-orang dari kabupaten, berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan. 
Kemudian anak-anak mahasiswa yang udah lulus tidak kembali ke kampung tetapi bertahan di perkotaan juga untuk mencari pekerjaan. Oleh karena itu ibukota-ibukota provinsi," ujarnya.

Top 3 Pontianak Hari Ini: Ani Sofian Dilantik Jadi Pj Wako, Jadwal Natal Oikumene 2023

Ini juga terjadi di kota Pontianak, tentu saja ini perlu menjadi perhatian. Supaya jangan terus tumbuh angka tingkat pengangguran terbuka. Caranya menurutnya, pastikan bahwa investasi masuk di kota Pontianak dan permudah perizinan agar investor mau berinvestasi di Kota Pontianak.

"Pastikan kebutuhan-kebutuhan investor untuk mempercepat investasinya terealisasi itu bisa sebagian dikontribusi disumbang oleh pemerintah kota. Pikirkan betul insentif yang bisa diberikan kepada investor. Bisa insentif fiskal dan bisa non fiskal. Apa yang bisa dilakukan supaya investasi masuk, hanya dengan investasi kesempatan kerja tercipta lebih banyak, kesempatan kerja tercipta lebih banyak maka itu akan menurunkan tingkat pengangguran terbuka," ujarnya.  

Di sisi suplai, pemerintah kota melalui dinas terkait harus bekerjasama dengan provinsi, untuk pendataan di mana pengangguran terbuka.

Kemudian, sesuaikan keahlian mereka dengan kebutuhan pasar kerja mungkin ada industri yang baru tumbuh, mungkin ada hotel yang baru masuk.

"Sesuaikan kapasitas dari tenaga kerja yang menganggur ini dengan kebutuhan jenis-jenis pekerjaan yang ada itu. Caranya adalah latih mereka dan ini bisa bekerja sama antara pemerintah kota dan perusahaan, juga bisa bekerjasama dengan pusat tentu saja kerjasama yang paling penting adalah dengan perusahaan-perusahaan," ujarnya.

Hal tersebut kata dia supaya jarak antara kebutuhan industri dengan kapasitas tenaga kerja itu bisa didekatkan.

"Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menerima mereka karena keahlian mereka memang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Kalau itu bisa dilakukan dalam satu tahun ini itu luar biasa sumbangan Pj Wako terhadap perkembangan perekonomian di kota Pontianak," ujarnya.

(*)  

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved