Pj Wali Kota Pontianak

Pengamat Ekonomi Untan Ungkap Tantangan Pj Wako Pontianak Setahun Kedepan

Sebagai informasi, masa jabatan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono berakhir pada Sabtu 23 Desember 2023.

|
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Prof Eddy Suratman 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Eddy Suratman mengatakan ada beberapa tantangan Ani Sofian selama menjabat Pj Wako Pontianak setahun ke depan.

Sebagai informasi, masa jabatan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono berakhir pada Sabtu 23 Desember 2023.

Dari sisi ekonomi, ia menilai setidaknya ada hal, pertama peningkatan penerimaan dari Pajak Asli Daerah (PAD).

"Saya kira harus diidentifikasi ulang, sumber dari penerimaan daerah yang masih bisa ditingkatkan dengan cara intensifikasi. Misalnya yang paling potensial di kota adalah pajak perolehan bphtb, itu dievaluasi," ujarnya, Sabtu 23 Desember 2023 malam.

Kemudian Eddy menyoroti soal pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) yang sangat potensial.

Kemudian yang tidak kalah penting yang harus dievaluasi dan dicek di antaranya pajak hotel restoran, parkir, hiburan serta pajak penerangan jalan.

Jenis-jenis pajak tersebut, Edi menilai memiliki potensial di perkotaan. 

"Selama satu tahun masa jabatan Pj Wako ini kita harapkan dia sudah bisa mengetahui bahwa untuk meningkatkan PAD jenis pajak mana yang harus didorong atau dipercepat. Setelah mengidentifikasi dan mengevaluasi capaiannya selama ini. Penerimaan PAD ini sangat penting untuk dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk fasilitas atau pembangunan," ujarnya.

Harisson Beri Pesan ke Pj Wali Kota Pontianak, Ini Dua Hal yang Akan Digencar Ani Sofian

Ia mengatakan untuk mengatasi soal-soal terkait dengan kekumuhan sampah, mengurai kemacetan untuk memperluas jalan, tidak bisa mengandalkan dana-dana dari pusat saja karena kota itu potensial mendapatkan PAD. 

Apalagi aturan yang ada saat ini sangat memihak ke perkotaan, dimana optimalisasi pajak di kabupaten sulit untuk diterapkan. Hal itu menjadi hal penting untuk diperhatikan oleh Pj Wako.

Kedua, mengendalikan harga dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Ekonomi di kota, hampir 50 persen itu pertumbuhannya disumbang oleh konsumsi masyarakat. Jadi konsumsi masyarakat dirasanya perlu dijaga agar tetap tumbuh supaya ekonomi kota juga tumbuh.

Cara untuk mendorong konsumsi masyarakat supaya tumbuh adalah jaga stabilitas harga tanpa harus memberitahu ke orang-orang di pasar.

Kemudian ia menganjurkan Pj Wako Pontianak untuk sering mengecek stok barang, jangan sampai ada kekurangan. 

Kemudian sering mengecek distribusi barang apa saja hambatannya, karena kekurangan stok keterlambatan distribusi ini seringkali menjadi penyebab naiknya harga. Ia meminta Pj juga berkomunikasi dengan penyuplai kebutuhan pokok.

"Jangan sampai ada hambatan di pelabuhan untuk bongkar muat, dari gudang ke pasar, ini penting sekali angka inflasi itu dikendalikan. Supaya konsumsi masyarakat itu sudah menjamin sekitar 50 persen ekonomi akan tumbuh," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved