Waspada DBD

Kasus DBD di Kapuas Hulu Alami Peningkatan, Tercatat 380 Kasus Tersebar di 23 Kecamatan

Putussibau Utara 39 kasus, Seberuang 41 kasus, Semitau 45 kasus, Silat Hilir terdapat 36 kasus, Kecamatan Hulu Gurung terdapat 32 kasus, Silat Hulu 24

|
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN JOGJA/M FAUZIARAKHMAN
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kapuas Hulu, jumlah kasus DBD di Kapuas Hulu mencapai 380 kasus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kapuas Hulu, jumlah kasus DBD di Kapuas Hulu mencapai 380 kasus.

"Awalnya jumlah kasus DBD mencapai 314 kasus dan pada bulan November 2023 ini kasus DBD di Kapuas Hulu meningkatkan menjadi 380 kasus," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kastono kepada wartawan, Selasa 21 November 2023.

Kastono menjelaskan bahwa, dari jumlah kasus 380 kasus DBD tersebar di 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, seperti kecamatan Putussibau Selatan terdapat 47 kasus.

Putussibau Utara 39 kasus, Seberuang 41 kasus, Semitau 45 kasus, Silat Hilir terdapat 36 kasus, Kecamatan Hulu Gurung terdapat 32 kasus, Silat Hulu 24 kasus, Bunut Hulu 22 kasus, Empanang 17 kasus, Embaloh Hulu 11 kasus, Batang Lupar 9 kasus.

Cegah DBD, Bhabinkamtibmas Polsek Nanga Pinoh Sebarkan Pamflet di Tempat Keramaian

Kecamatan Suhaid ada 6 kasus, Kalis 4 kasus, Boyan Tanjung 4 kasus, Mentebah 1 kasus, Bunut Hilir 9 kasus, Badau 2 kasus, Bika 1 kasus, Embaloh Hilir 1 kasus, Jongkong 1 kasus, dan Puring Kencana 1 kasus.

Terkait peningkatan kasus DBD, Bupati Kapuas Hulu telah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh camat, dan puskesmas menyikapi kasus DBD upaya penanganan.

Dalam surat edaran tersebut jelas Kastono, dalam surat edaran itu meminta agar semua pihak termasuk lapisan masyarakat turut serta dalam upaya pencegahan.

"Pencegahan seperti pemberantasan sarang dan jentik nyamuk dengan menguras, menutup dan memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas serta mencegah gigitan nyamuk dengan larvasida di genangan air," ujarnya.

Kemudian agar mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional DBD pada tingkat desa kelurahan sampai dengan tingkat RT.

"Pastinya kami terus berupaya memberikan juga sosialisasi, dan edukasi tentang DBD kepada masyarakat," ungkapnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved