Misteri Kematian Gadis Desa

BREAKING NEWS : Polres Sintang Gelar Rekonstruksi Kasus Kematian Yolanda

Aktivitas di dalam Room Karaoke seperti biasa. Para pengunjung termasuk Yola menikmati dentuman musik. Tersangka TM lalu menawarkan pil ekstasi sebany

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Satresnarkoba Polres Sintang menggelar rekonstruksi kasus kematian Yolanda di Room Paris, tempat karaoke yang berada Komplek My Home Sintang, Senin 25 September 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Satresnarkoba Polres Sintang menggelar rekonstruksi kasus kematian Yolanda di Room Paris, tempat karaoke yang berada Komplek My Home Sintang, Senin 25 September 2023.

Reka Ulang adegan dihadirkan langsung tersangka TM beserta para saksi, disaksikan langsung oleh Atdrianus, ayah Yolanda, kuasa hukum korban, Jaksa Penuntut Umum, hingga pengacara tersangka.

Total ada 28 adegan yang diperagakan oleh tersangka dan saksi. Rekonstruksi korban Yolanda diperagakan oleh peran pengganti.

28 reka adegan tidak hanya digelar di tempat karaoke, tapi juga reka ulang adegan saat korban dibawa ke Rumah Sakit Anugerah Bunda Jaya.

Rekonstruksi dimulai dari tersangka TM masuk ke Room Paris. Kemudian saksi lain termasuk korban menyusul.

Aktivitas di dalam Room Karaoke seperti biasa. Para pengunjung termasuk Yola menikmati dentuman musik. Tersangka TM lalu menawarkan pil ekstasi sebanyak satu butir kepada korban Yola.

Cegah Balap Liar, Polres Sintang Maksimalkan Program Pasar Bali

Pil ekstasi itu tidak hanya diberikan pada Yola, tapi juga pengunjung lain yang ada dalam room. Total ada lima pil yang dibagikan. Sebutir pil itu langsung dikonsumsi Yolanda.

Pada reka adegan ke 20, Yolanda tampak duduk tersandar di kursi. Keadaannya lemas tak sadarkan diri. Saksi C lalu meminta saksi S untuk memeriksa kondisi Yolanda.

"Saya lihat korban diam. Duduk seperti merosot. Saya minta S untuk periksa," kata saksi C.

Tubuh Yolanda lalu dibopong dan direbahkan di sofa. Giginya mengatup rapat. Saksi S melihat cairan air liur dari mulut Yolanda.

Tersangka TM lalu meminta saksi lain untuk pergi membeli susu. TM juga meminta agar saksi lain mencari kursi roda.

Menurut kesaksian para saksi dan tersangka, kondisi Yolanda masih hidup sampai masuk ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Namun, tidak sadarkan diri.

"Dalam mobil masih ada respon. Masih bernafas. Tapi ndak bisa ngomong. Ndak ada kejang sama sekali," kata saksi S.

Menurut keterangan Dokter Penanggungjawab Rumah Sakit Umum (RSU) Anugerah Bunda Jaya, Ari Satrio mengungkapkan jika pasien YFY tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Setelah dipastikan di ruang IGD, gadis berusia 17 tahun itu sudah meninggal dunia.

"Kalau sampai di rumah sakit pasien dinyatakan sudah tak sadarkan diri. Ketika kita pastikan lagi di Ruang IGD, ternyata pasien sudah meninggal. Sudah sampai tidak sadarkan diri," ungkap Ari Satrio

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved