Karhutla di Kalbar

BPBD Kalbar Minta Daerah Sosialisasi dan Tegakkan Perda Pembukaan Lahan Berbasis Kearifan Lokal

Novel Umar, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalbar menjelaskan rapat koordinasi ini bertujuan membahas tentang Perda Nomor 1 tahu

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Rapat Koordinasi antara BPBD Provinsi Kalbar dengan BPBD dari 14 Kabupaten Kota se Kalbar membahas Perda Pembukaan Lahan berbasis kearifan lokal, Senin 17 Juli 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Menanggulangi bencana kebakaran lahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi bersama BPBD se Kalbar, Senin 17 Juli 2023.

Bertempat di kantor BPBD Provinsi Kalbar, rapat koordinasi ini dihadiri kepala BPBD Kabupaten / Kota se Kalimantan Barat.

Novel Umar, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalbar menjelaskan rapat koordinasi ini bertujuan membahas tentang Perda Nomor 1 tahun 2022 tentang pembukaan lahan perladangan berbasis kearifan lokal.

BPBD seluruh Kalbar dikumpulkan agar segera mensosialisasikan Perda tersebut kepada masyarakat.

Dalam Perda tersebut dijelaskannya pembukaan lahan dengan cara membakar berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan luasan maksimal 2 hektar.

Gubernur Kalbar Minta Adanya Percepatan Dalam Realisasi Perluasan Digitalisasi Daerah

Namun, dalam pelaksanaannya harus mengikuti aturan yang berlaku, pertama lahan yang dibakar bukan lahan gambut, harus membuat sekat bakar, harus dikerjakan bersama - sama, serta yang ingin membuka lahan dengan cara membakar harus meminta izin kepada pemilik lahan di sekitar.

Kepala BPBD Provinsi Kalbar Ansfridus mengungkapkan, saat ini yang kerab terjadi dilapangan yakni warga yang membuka lahan lalu meninggalkan lahannya begitu saja tanpa ditunggu.

Oleh sebab itu, bilamana BPBD melihat ada lahan yang dibakar, namun tidak sesuai dengan aturan maka pihaknya akan langsung segera melakukan pemadaman, hal tersebut dilakukan agar kebakaran tidak meluas yang kemudian menimbulkan bencana kabut asap.

"Sering terjadi pembukaan lahan, sering tidak dijaga, tidak ada orang, karena itu saya minta satu komando untuk mengatasi bila ada pembukaan lahan, masyarakat harus ada ditempat, minimal mereka memberi tanda, tetapi jika kosong karena BPBD menaggulangi bencana asap, kami tidak akan memandang itu gambut atau tidak maka akan kami padamkan sehingga' 'jelasnya.

Ansfridus menegaskan, 99 persen kebakaran lahan di Kalimantan Barat disebabkan karena unsur manusia, hanya 1 persen unsur alam, dan itupun sangat kecil terjadi.

Mencegah kebakaran lahan gambut di Kalbar, pihaknya pun selalu bersinergi dengan stakeholder terkait untuk melakukan sosialisasi hingga pemadaman.

Saat ini Satgas Udara BPBD Provinsi Kalbar telah menyiapkan 5 helikopter yang terdiri dari 3 Helikopter Patroli dan 2 Helikopter khusus Water Bombing, selain itu ada pula Satgas Darat yang terdiri dari BPBD serta gabungan instansi terkait. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved