Ketua BEM UI Asal Pontianak Melki Sedek Huang Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Bahas Jokowi

"Beberapa hari terakhir notifikasi di HP ini sudah tak tertampung lagi. Sudah jebol baik itu notifikasi Instagram, Twitter dan lain sebagainya," tutur

Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang mengaku mendapat ancaman usai membahas presiden Jokowi dalam podcast bersama mantan Ketua KPK, Abraham Samad beberapa waktu lalu.

Pria asal Pontianak ini mengatakan, sejak podcast itu viral, notifikasi ponsel miliknya menumpuk tak terbendung, bahkan jebol.

"Beberapa hari terakhir notifikasi di HP ini sudah tak tertampung lagi. Sudah jebol baik itu notifikasi Instagram, Twitter dan lain sebagainya," tuturnya kepada TribunPontianak.co.id.

Adapun sejumlah pesan yang masuk diantaranya ajakan adu jotos, bahkan tak sedikit pula yang mengancam dirinya akan dibunuh.
 
"Direct Message (DM) yang ngajakin berantem, mengancam pembunuhan dan lain sebagainya itu sudah banyak banget yang masuk ke saya," jelasnya.

Siapa Sebenarnya Melki Sedek Huang? Lulusan SMAN 1 Pontianak yang Kini Ketua BEM UI

Di sisi lain, ia juga tak begitu yakin orang-orang yang telah mengancam dirinya tersebut berasal dari golongan mana dan seperti apa klasifikasi kejelasannya.

"Yang jelas banyak sekali dari masyarakat dan buzzer-buzzer yang merespons. Setengahnya merespon dengan hate speech (hasutan). Setengahnya lagi merespon dengan ancaman-ancaman juga. Baik itu ancaman pembunuhan, kemudian saya mau disiksa dan sebagainya," jelasnya.

Dirinya menegaskan, intimidasi itu tak membuat gentar untuk terus mengkritik lebih banyak lagi demi menjunjung tinggi hak-hak masyarakat.

"Saya anggap itu biasalah, kondisi saya saat ini masih aman dan masih bisa kritik lebih banyak lagi," katanya.

Melki menegaskan, apa yang disampaikannya dalam podcast itu tidak bermaksud untuk mengancam Presiden Jokowi.

Apa yang disampaikan hanya sebagai bentuk peringatan.

Mahasiswa Asal Pontianak Melki Sedek Huang Viral Atas Pertanyaan Ancaman ke Presiden Jokowi

"Pada intinya itu sebenarnya bukan ancaman. Justru itu adalah peringatan. Kemudian ada beberapa media memelintir kata-kata tersebut," ungkapnya.

"Sebenarnya kalau intimidasi dan sebagainya itu setiap hari kita rasakan cuma tensinya dengan adanya video tersebut jadi lebih parah," katanya.

Melki Sedek Huang menjelaskan, sebelumnya ia bersama ratusan elemen masyarakat sipil dan tokoh-tokoh masyarakat telah mengirimkan sejuta surat kepada Presiden Jokowi.

"Sebelumnya kami sudah mengirimkan sejuta surat untuk Presiden Jokowi, yang dimana pada intinya untuk mengingatkan Jokowi agar tidak melakukan upaya-upaya yang membunuh demokrasi dan melemahkan anti korupsi," katanya kepada TribunPontianak.co.id saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Kemudian Melki menjelaskan, pada saat menghadiri sebuah acara podcast, ia sempat ditanya 'Jika surat ini tidak dijawab bagaimana?' yang di mana pertanyaan tersebut dilontarkan oleh si pembawa acara.

"Jadi saya sampaikan tahun depan adalah tahun ke-10 pak Jokowi atau tahun terakhir pak Jokowi, mari kita lihat pak Jokowi mau mengakhiri kekuasaannya dengan baik-baik atau dengan berdarah-darah," katanya.

Ia pun menambahkan, jika ingin mengakhiri kekuasaan dengan baik-baik, silahkan tunjukan itikad baiknya untuk merespon suara-suara masyarakat, untuk menjawab keluhan masyarakat, untuk menguatkan sistem demokrasi dan juga menguatkan sistem penanganan korupsi.

"Jadi pada intinya itu sebenarnya bukan ancaman, justru itu adalah peringatan, jadi kemudian ada beberapa media yang "menggelintir" kata-kata tersebut," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menilai pernyataan tersebut bukan bermaksud untuk mengancam melainkan sebagai bentuk peringatan agar tidak bermain-main dengan suara masyarakat.

"Kalau kemudian dikatakan mengancam dan sebagainya, saya rasa sebenarnya itu bukan bentuk ancaman tapi itu adalah bentuk peringatan bagi Presiden untuk jangan bermain-main dengan suara masyarakat," jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved