Semburan Lumpur di Mempawah

Lumpur Masih Keluar dari Lubang Galian di Wajok Hilir Mempawah

Namun demikian, semburan lumpur yang keluar tak seperti saat pertama kali terjadi pada Senin 8 Mei 2023.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Semburan lumpur di belakang bangunan laboratorium kompleks Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat kembali muncul.

Namun demikian, semburan lumpur yang keluar tak seperti saat pertama kali terjadi pada Senin 8 Mei 2023.

"Masih ada lumpur yang keluar meski sedikit. Lubang semakin membesar. Kemudian ada gelembung-gelembung kecil seperti kita masak air dalam ceret dan ini ada indikasi masih ada gas," ungkap Kasatgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel dalam podcast Tribun Pontianak, Rabu 10 Mei 2023.

Daniel mengatakan, saat ini Dinas Lingkungan Hidup Mempawah sedang melakukan penelitian, ada apa sebenarnya di dalam tanah ini.

7 Fakta Semburan Lumpur di Mempawah, Ternyata Bukan Pertama Kalinya

"Kalau memang itu ada indikasi gas, kita juga ingin mengetahui apakah hanya terdapat di satu tempat, titik ini saja atau di seluruh area ini," katanya.

Hasil penelitian, akan menentukan kebijakan pemerintah yang akan diambil.

Terutama terkait keberlangsungan bangunan pondok pesantren.

"Karena kalau terindikasi gas, sangat mengancam keselamatan para santri dan masyarakat sekitar," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,pada Senin 8 Mei 2023 terjadi semburan Lumpur yang menghebohkan warga di Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah.

Kapolres Mempawah AKBP Sudarsono melalui Kapolsek Jongkat Ipda Fadhila Nugrah Sakti mengatakan peristiwa yang sempat menghebohkan warga dan jagat maya tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

Dosen Fakultas Teknik Untan Sebut Semburan Lumpur di Wajok Hilir Merupakan Gas Methan

Semburan Lumpur itu terjadi di bagian belakang gedung laboratorium pondok pesantren.

Akibat semburan Lumpur itu, bagian belakang gedung laboratorium terlihat muncul lubang besar dengan dalam sekira 2 meter dan lebar 5 meter.

Hal ini membuat bagian belakang laboratorium seperti amblas dan bangunan retak.

Semburan lumpur yang bermula dari proses pembuatan sumur bor itupun menghebohkan.

Lalu, titik awal semburan, terlihat seperti gelembung keluar.

Sehingga membuat air bercampur lumpur di lokasi seakan mendidih.

Namun, Lumpur di lokasi tersebut tidak panas dan suhunya terasa normal.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved