Semburan Lumpur di Mempawah

Fakta Semburan Lumpur di Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Terungkap Penyebab Kejadian Serupa Lapindo

Peristiwa yang disebut layaknya kejadian mirip Lumpur Lapindo itu sontak membuat heboh santri hingga warga sekitar lokasi kejadian.

Editor: Rizky Zulham
YouTube Tribun Pontianak
Fakta Semburan Lumpur di Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Terungkap Penyebab Kejadian Serupa Lapindo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sederet fakta kejadian semburan lumpur di Pondok Pesantren Nurul Alamiyyah, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah Kalbar, Senin 8 Mei 2023 siang.

Peristiwa yang disebut layaknya kejadian mirip Lumpur Lapindo itu sontak membuat heboh santri hingga warga sekitar lokasi kejadian.

Belakangan diketahui, penyebab semburan lumpur tersebut.

Hal itu disinyalir karena adanya proses pengerjaan Sumur Bor di belakang ruang Laboratorium Pondok.

Pada kedalam 40 meter, tiba-tiba saja lumpur dari dalam tanah menyembur keluar.

Pengakuan Santri Saat Semburan Lumpur Terjadi, Seperti Guncangan Gempa

Akibat semburan lumpur itu, bagian belakang gedung Laboratorium terlihat muncul lubang besar dengan dalam sekira 2 meter dan lebar 5 meter, yang membuat bagian belakang laboratorium seperti amblas dan bangunan retak.

"Kronologi awal kejadian menyemburnya lumpur ini sekira pukul 13.00 WIB, untuk lama kejadian sekira 40 sampai 50 menit, dan untuk menyemburnya lumpur ini diakibatkan pengeboran sumur bor," ungkap Kapolsek Jongkat IPDA Sakti.

Dari keterangan pekerja, saat kejadian kedalaman pipa untuk sumur bor sudah mencapai 40 meter, tiba - tiba muncul lumpur yang menyembur.

Setelah beberapa saat, semburan semakin kuat hingga ketinggian semburan sekira 5 meter.

"Penjelasan pekerja, tadi sekira kedalaman 40 meter tiba - tiba muncul pasir dan lumpur, kemudian semburan membesar," katanya.

Ia memastikan, tidak ada korban jiwa ataupun luka pada peristiwa ini, seluruh santri dan pekerja dalam keadaan baik.

Saat ini,pihak kepolisian telah mengevakuasi santri dari titik semburan lumpur dan melokalisir titik semburan lumpur dengan memasang Police Line.

Terasa seperti gempa

Amin (14) satu di antara santri mengatakan saat kejadian, dirinya bersama santri lain sedang istirahat.

Ketika itu, cuaca sedang hujan deras. Seketika terasa goncangan menyerupai gempa.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved