Kota Pontianak Butuh Kawasan Baru: Pal 5, Kota Satelit hingga Konsep TOD Jadi Solusi
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan jika dibuka kawasan baru, ada beberapa kawasan yang menurutnya potensial
“Jadi arah Selatan itu Parit Demang, Perdana ujung. Dulu saya juga membuka Jalan Reformasi yang sekarang sudah berkembang. Tinggal teruskan saja belok sampai Parit Demang tembus ke Kota Baru,” ujar Midji.
Selain itu, dikatakannya Jalan Ampera juga dilebarkan dari arah Prof M Yamin dan untuk aktivitas perdagangan di kawasan tersebut juga sudah ramai. Maka dari itu, harga ruko di kawasan tersebut terbilang lebih mahal.
“Kemudian tinggal kembangkan lagi sepanjang Jl Ampera, di situkan sudah ada perguruan tinggi, IKIP PGRI Pontianak, pertokohan juga banyak. Di situ tinggal buat daya tarik. Kalau dulu saya letakkan kolam renang, Polsek juga dibangun di situ, dan IKIP PGRI Pontianak saya izinkan di sana,” pungkasnya.
• Kota Pontianak Makin Padat, Edi Kamtono: Perlu Ada Pengembangan Kawasan Baru
Kota Satelit
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Andreas Acui, menilai Kota Pontianak perlu mengembangkan diri sehingga layak untuk menjadi tempat hunian sebagaimana nama Ibu Kota Provinsi Kalbar disematkan padanya.
"Salah satu solusinya adalah mengembangkan Kota Satelit yang dirancang dengan menghadirkan semua aspek pendukung untuk dinamika kehidupan," ujar Acui.
Selain Wilayah Pontianak Timur dan Utara kata Acui, hampir semua perbatasan wilayah Kota Pontianak masih tersedia lahan luas untuk di kembangkan.
Menurut dia yang diperlukan adalah kebijakan pimpinan Kota Pontianak bersama kabupaten terdekat serta DPRD Kota Pontianak dan kabupaten bersangkutan.
“Tentunya untuk menghasilkan sebuah keputusan hukum untuk mengembangkan sebuah kota satelit yang lengkap dengan segala sarana dan prasarana di dalamnya termasuk entitas usaha untuk memajukan ekonomi dalam ekosistem Kota Satelit tersebut," ujarnya.
Jadi dalam kita satelit itu semua aspek kebutuhan hidup tersedia, sehingga pergerakan antar wilayah secara rutin oleh penduduk dapat diminimalisir.
Saat ini Kota Pontianak kata Acui jadi dilema karena fasilitas pendidikan, kesehatan, kantor pelayanan publik serta hiburan ada di pusat kota. Hal ini membuat setiap hari selalu terjadi kemacetan pada saat terjadi pergerakan penduduk saat pergi dan pulangnya.
Tokoh Masyarakat Kota Pontianak, Muhammad Fauzi, menilai pengembangan kawasan pemukiman baru di Kota Pontianak sebagai upaya pemerataan penduduk.
Perkembangan jumlah penduduk di Kota Pontianak yang sangat cepat, namun tidak diiringi dengan pemerataan pemukiman penduduk.
Fauzi berharap, Pemerintah Kota Pontianak dapat memiliki ide cerdas dalam rangka perkembangan Kota Pontianak. Oleh sebab itu ia menilai ini harus ada keseimbangan pemerataan pemukiman penduduk di Kota Pontianak.
Saat ini dinilainya, wilayah yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan berada di wilayah Pontianak Utara dan Timur. Namun, ia memberikan catatan, untuk perkembangan kota, pemerintah harus lebih dahulu memberikan infrastruktur penunjang untuk masyarakat.
• Gubernur Sutarmidji Sebut Beberapa Kawasan di Kota Pontianak yang Potensial untuk Dikembangkan
Update Harga Sembako di Kalimantan Barat Hari Ini Terbaru: Cabai Naik, Bawang dan Daging Turun |
![]() |
---|
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.