Resmi Dilantik, Pengurus IDI Wilayah Kalbar 2022-2025 Siap Bersinergi dengan Pemprov

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PB IDI dr Moh Adib Humaidi,  Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sekda Kalbar dr Harrison, Kadiskes Kalbar Hary A

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Muhammad Firdaus
Dokumentasi pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Barat masa bakti 2022-2025 resmi dilantik. Hotel Mercure, Pontianak, Sabtu, 10 Desember 2022. IDI siap bersinergi dengan Pemprov Kalbar tangani permasalahan kesehatan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Barat masa bakti 2022-2025 resmi dilantik di Hotel Mercure, Pontianak, Sabtu 10 Desember 2022.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PB IDI dr Moh Adib Humaidi,  Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sekda Kalbar dr Harrison, Kadiskes Kalbar Hary Agung Tjahyadi, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

"Hari ini pelantikan IDI Provinsi Kalbar yang di ketuai oleh dr Rifka, ini yang kedua kalinya dia dilantik sebagai ketua IDI Provinsi Kalbar," ucap Wagub Ria Norsan.

Wagub Ria Norsan pun berharap, IDI dan Pemprov dapat selalu bersinergi dalam mengatasi dan membenahi persoalan kesehatan yang ada di Kalbar.

"Harapan kita, IDI dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kalbar,"  ucapnya.

"Dalam hal ini, pentingkan kekompakan IDI dalam memaksimalkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kalbar," sambungnya.

Ketua IDI Sambas Sebut Cara Ampuh Mencegah Polio dengan Imunisasi Polio

Ketua IDI Cabang Sambas Ungkap Dua Jenis Polio Berdasarkan Gejala

Menanggapi hal itu, Ketua IDI Kalbar yang baru saja dilantik, dr Rifka, mengatakan bahwa pihaknya akan siap bersinergi bersama Pemprov Kalbar.

Dikatakannya bahwa sejumlah persoalan di dunia kesehatan yang ada di Kalbar, memang harus menjadi prioritas untuk ditangani bersama.

"Kita akan bersinergi dengan Pemprov Kalbar terkait program kerja apa saja yang ada misalnya menurunkan angka kematian ibu, atau kematian bayi, stunting, TBC dan lain sebagainya," ucapnya.

"Kita organisasi profesi ini juga ikut berperan dalam peningkatan untuk program-program tersebut dengan bersinergi bersama-sama," imbuhnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved