Ketua IDI Cabang Sambas Ungkap Dua Jenis Polio Berdasarkan Gejala

"Menyerang umumnya ke anak balita atau anak di bawah lima tahun terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio," ujarnya Senin 28 November 2022.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Kepala Dinas PPKH Kabupaten Sambas, dr Ganjar Eko Prabowo. Dok Tribun/Imam 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sambas dr Ganjar Eko Prabowo menjelaskan penyakit Polio adalah penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Dokter Ganjar Eko Prabowo mengungkapkan, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan sangat menular. Tetapi dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio.

"Menyerang umumnya ke anak balita atau anak di bawah lima tahun terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio," ujarnya Senin 28 November 2022.

Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada Leluhur, Babinsa Pandawan Ajak Warga Sambas Bersihkan TPU

Dia menjelaskan, virus polio masuk ke rongga mulut dan hidung kemudian menyebar di dalam tubuh melalui aliran darah.

Gejala polio, kata Dokter Ganjar, sebagian besar jika penderita polio tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi polio. Berdasarkan gejalanya dapat dibagi dua jenis polio.

Yaitu polio yang menyebabkan kelumpuhan atau paralisis gejalanya antara lain hilang reflek tubuh. Ketegangan otot yang merasa nyeri dan tungkai lengan dan kaki terasa lemah.

Kedua, gejala polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan atau non paralisis.

"Bisa demam, sakit kepala, radang tenggorokan, muntah, otot lemah, kaku leher, mati rasa di lengan dan tungkai," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved