Natal dan Tahun Baru

Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Menjelang Natal dan Tahun Baru

Kondisi stok sembako khusus beras sampai dengan tahun baru cukup tersedia dan sembako lainnya juga

Istimewa
Stok beras di gudang Bulog Kalbar pada Senin 5 Desember 2022. Menjelang Natal dan Tahun Baru ketersediaan stok beras di Kalbar dipastikan aman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Junaidi memastikan bahwa kondisi bahan pokok ataupun sembako di Kota Pontianak menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 dalam kondisi tersedia atau aman.

"Kondisi stok sembako khusus beras sampai dengan tahun baru cukup tersedia dan sembako lainnya juga," ujarnya kepada wartawan, Senin 5 Desember 2022.

Akan tetapi, Junaidi menerangkan, bahwa terdapat beberapa komoditas yang terjadi kenaikan harga.

"Memang untuk telur 1 kg 29.500, kalau untuk telur yang ukuran paling besar harga perbutirnya 2 ribu. Ada kenaikan sedikit sekitar 6,75 persen, sedangkan untuk ayam ras yang sebelumnya perkilogramnya Rp27.000, kini menjadi  Rp.28.500," ucapnya.

Rendahnya Angka Konsumsi Sayur dan Buah di Kabupaten Sambas

Junaidi pun mengungkapkan, bahwa pihaknya bersama TPID Kota Pontianak terus melakukan monitoring ke lapangan dalam rangka untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan stok bahan pokok.

Bulog Jamin Ketersediaan

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Bulog Kalimantan Barat memastikan stok beras aman.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalbar, Bambang Prihatmoko menyebut bahwa ketersediaan stok beras total sebanyak 13 ribu ton hingga Februari 2023.

"Ini juga sebagai antisipasi potensi kenaikan harga menjelang Nataru. Maka untuk  penyaluran saat ini, Bulog menyalurkan beras premium melalui program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium, melalui saluran KPSH di antaranya pedagang pengecer, outlet binaan, RPK, distributor atau mitra,” ungkapnya di Pontianak, Senin 5 Desember 2022.

Bambang mengaku saat ini harga beras medium mengalami kenaikan harga sejak Oktober - November 2022 sekitar 12 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebelumnya Rp 9.950 ribu per-kg.

Namun demikian, Bambang Prihatmoko menerangkan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghadapi potensi kenaikan harga tersebut.

“Kami koordinasi dengan Disperindag, karena ini seluruh komoditi, terutama beras medium juga mengalami sedikit kenaikan,” ucapnya. 

UMK Kayong Utara 2023 Telah Ditetapkan Akan Segera Disampaikan Kepada Pemerintah Provinsi Kalbar

"Kita juga akan terus melakukan operasi pasar yang sebelumnya sudah dilakukan dan kita juga bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Kalbar sampai hari ini kami sudah turun di 40 titik pasar tradisional di wilayah Kalbar, termasuk di Kota Pontianak," jelasnya. 

Hingga saat ini, ia menyebut, bahwa Bulog Kalbar sudah menyalurkan sebanyak 16.814 ton beras medium ke seluruh wilayah Kalbar. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved