Paolus Hadi Tahun Depan Akan Fokus Selesaikan Rumah Sakit Dengan Fasilitas Rawat Inap di Sanggau

Pada acara tersebut ia menjelaskan fasilitas umum kesehatan yang dimiliki Kabupaten Sanggau mulai dari puskesmas dan rumah sakit. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Bupati Kabupaten Sanggau Paolus Hadi(kiri) hadir di acara triponcast, sebuah acara podcast dari Tribun Pontianak yang di pimpin langsung Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak Safruddin sebagai host (kanan) , yang digelar di Studio Tribun Pontianak secara live pada Senin, 28 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Kabupaten Sanggau Paolus Hadi, S.IP, M.Si menghadiri acara triponcast Tribun Pontianak, yang digelar secara live pada Senin, 28 November 2022.

Pada acara tersebut ia menjelaskan fasilitas umum kesehatan yang dimiliki Kabupaten Sanggau mulai dari puskesmas dan rumah sakit

"Kalau bicara soal puskesmas kita maksimalkan hari ini, kita ada 19 puskesmas menyebar di seluruh Kabupaten Sanggau dan kita punya juga 1 buah rumah sakit di daerah perbatasan," katanya. 

Ia juga menjelaskan rumah sakit tersebut masih membutuhkan penguatan tentang fasilitas pendukung, terutama SDMnya. 

Baca juga: Bupati Sanggau : Setelah Sarjana Harus Membuka Celah Dunia

Paolus Hadi Jelaskan Perkembangan Pendidikan Sanggau Sejak Awal Menjabat Sebagai Bupati

"Walaupun masih tipe D atau pratama, ini juga akan kita kuatkan dimana dokternya kita usahakan lengkap, ya memang masih kekurangan betul terutama SDM yang susah dicari," jelasnya. 

"Tapi sekarang sudah berbeda seperti di puskesmas itu kita tidak hanya mengandalkan biaya APBD tapi mereka harus ada badan layanan umum puskesmasnya," tambahnya. 

Kendati demikian, ia juga mengatakan saat ini rumah sakit tersebut sudah sangat mempuni namun masih membutuhkan fasilitas rawat inap. 

"Saya sudah coba komunikasi dengan Gubernur termasuk pusat juga, untuk mereka bisa membantu membangun gedung yang ada ruang poli, kantor dan IGD itu sudah, namun sekarang tinggal rawat inapnya saja," jelasnya. 

"Tahun depan saya harus mulai tahun depan, jangan sampai rumah sakit ini hanya melayani rawat jalan saja, tetapi harus ada fasilitas untuk rawat inapnya juga dan sebelum saya mengakhiri jabatan rumah sakit ini sudah harus lengkap," tutupnya.

Di sisi lain ia juga menjelaskan beberapa kewenangan infrastruktur dan tantangan yang masih sering dialami.

"Untuk infrastruktur itu kita punya kewenangan sendiri yaitu yang pertama itu jalan nasional yang menjadi tanggungjawab besar, yang kedua ada yang dari Provinsi, kemudian yang ketiga Kabupaten/Kota dan sekarang juga ada yang ditetapkan menjadi tanggungjawab desa," jelasnya. 

Dengan adanya tanggungjawab tersebut untuk Kabupaten Sanggau sendiri harus bertanggungjawab sekitar 1001 KM seluruh wilayah Kabupaten Sanggau

"Tetapi ketika bicara soal infrastruktur ini tadi orang tidak melihat mana yang menjadi tanggungjawab tadi, tapi orang hanya melihat ini semua tanggungjawab Bupati, memang benar karena kita yang melihat itu semua sehingga menjadi sebuah tantangan," katanya. 

"Apalagi desa, pasti tidak akan bisa langsung aspal atau semen, karena mereka juga butuh akses panjang menembus kampung dan segala macam, terlebih untuk cuaca tertentu dimana jika hujan jalanan akan basah dan apalagi perkebunan kelapa sawit itu banyak jadi itu juga menjadi tantangan," tambahnya. 

Namun demikian, ia juga berharap kepada masyarakat Sanggau untuk terus mempertahankan Sabang Merah ketika kita mengukir sekecil apapun itu bagian dari mengukir sejarah dan semangat itu, apapun yang kita lakukan itu untuk kemajuan Sanggau tercinta. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved