Bupati Sanggau : Setelah Sarjana Harus Membuka Celah Dunia

"Nah, kalau untuk makan minum itu dengan orang tuanya, jadi tidak mampu juga kita untuk 100 persen karena keterbatasan," katanya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Bupati Kabupaten Sanggau Paolus Hadi(kiri) hadir di acara triponcast, sebuah acara podcast dari Tribun Pontianak yang di pimpin langsung Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak Safruddin sebagai host (kanan) , yang digelar di Studio Tribun Pontianak secara live pada Senin, 28 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Kabupaten Sanggau Paolus Hadi, S.IP, M.Si menghadiri acara triponcast Tribun Pontianak, yang digelar secara live pada Senin, 28 November 2022.

Pada acara tersebut ia menjelaskan dirinya selalu diberi kepercayaan kepada calon Mahasiswa untuk memberikan pengarahan.

"Saya selalu bilang, memang harus Sarjana tapi yang bapak inginkan jangan kalian hanya ingin mendapat sesuatu yang formal saja, misalnya mau jadi A atau B, tapi gunakanlah ilmu kalian untuk membuka celah dunia," katanya.

Ia juga menjelaskan, ketika bicara celah dunia Mahasiswa bisa melihat dan peka sehingga bisa mencari celah untuk lebih maju.

Hadir di Triponcast, Bupati Sanggau Paolus Hadi Jelaskan Penamaan Sabang Merah

Paolus Hadi Jelaskan Perkembangan Pendidikan Sanggau Sejak Awal Menjabat Sebagai Bupati

"Contohnya hari ini mungkin kita punya kebun kelapa sawit dimana-mana tapi jamur sawitnya siapa yang mengembangkan itu alami, dibuang saja jamur-jamur itu akan berkembang dan semua mau ambil, tapi adakah kalian yang sekolah bagaimana membuat jamur sawit itu menjadi sebuah teknologi sehingga bisa berkembang, nah itu kan membuka celah dunia," katanya.

Dengan meningkatnya jumlah Sarjana di Kabupaten Sanggau ia juga berharap, para Sarjana tadi dapat menjadi seorang Sarjana yang berkualitas.

"Boleh pulang ke Sanggau, tapi kalaupun mau tinggal di tempat orang karena orang membutuhkan kalian dan itu lebih berkualitas karena diluar juga banyak kesempatan dan di Sanggau juga ada kesempatan tapi kalian harus membuka celah dunia itu tadi," katanya.

Di sisi lain ia menjelaskan Pemerintah Daerah juga sudah bekerjasama dengan beberapa Universitas di pulau Jawa dimana kedua belah pihak juga sudah membentuk MOU dan dengan memberikan efek saling menguntungkan.

"Untuk anak-anak yang saya kirim untuk mengikuti perkuliahan itu dibiayai SPP nya semuanya dari Universitas namun dengan catatan IPK nya harus di atas 2,5 karena sekarang sudah kita tingkatkan untuk mereka juga bisa berprestasi," katanya.

Namun demikian, ia juga menjelaskan kalau bicara pembiayaan Pemda hanya memberikan tempat tinggalnya dan biaya berangkat pertamanya.

"Nah, kalau untuk makan minum itu dengan orang tuanya, jadi tidak mampu juga kita untuk 100 persen karena keterbatasan," katanya.

Ada juga pola yang memang pembiayaannya 100 persen, seperti dokter spesialis ada juga yang doktor kita dorong, kemudian S2 itu ada beberapa dan itu ada yang dari pemerintah juga ada yang dari masyarakat," katanya.

Dengan adanya dorongan yang sudah diberikan oleh pemerintah ia juga berharap kepada masyarakat Sanggau untuk terus mempertahankan Sabang Merah.

"Ketika kita mengukir sekecil apapun itu bagian dari mengukir sejarah dan semangat Sabang Merah itu, apapun yang kita lakukan itu untuk kemajuan Sanggau tercinta," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved