BPSDMI Apresiasi SMK SMTI Pontianak Terapkan Pendidikan Vokasi untuk Link and Match

Kata dia, revitalisasi bertujuan meningkatkan kualitas, sinergi, serta mendorong pembangunan keunggulan spesifik di lembaga pendidikan vokasi.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad rokib
Foto bersama Tenaga Ahli Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Bidang Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Drs. Mujiyono dsn kepala sekolah SMK SMTI Pontianak beserta para pengusaha yang telah menjalin kerjasama dengan SMK SMTI Pontianak saat wisuda ke-52 di hotel Aston Pontianak Kalimantan Barat, Selasa 15 November 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tenaga Ahli Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri ( BPSDMI ) Bidang Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Drs. Mujiyono mengapresiasi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) SMTI Pontianak yang kini menerapkan pendidikan vokasi.

Menurutnya, program tersebut sesuai dengan PERPRES Nomor 68 Tahun 2022 mengenai Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Kata dia, revitalisasi bertujuan meningkatkan kualitas, sinergi, serta mendorong pembangunan keunggulan spesifik di lembaga pendidikan vokasi.

"Pada prinsipnya bahwa kita serius dalam menyiapkan SDM yang berkompeten, karena SDM berperan penting dalam pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah melakukan pendidikan revitalisasi dan pelatihan vokasi. Sehingga diharapkan bisa memunculkan SDM yang berkompeten dan berwirausaha," ujarnya usai menghadiri wisuda ke-52 SMK SMTI Pontianak, di Hotel Aston Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 15 November 2022.

Dosen IAIN Pontianak Nur Hamzah Raih Gelar Doktoral

SMK SMTI PONTIANAK Lakukan Penguatan Kerjasama Industri dan Penyelarasan Kurikulum

Ia menilai, bahwa banyak kemajuan yang yang dilakukan oleh SMK SMTI Pontianak dalam mencetak SDM yang unggul dan berkompeten.

"Kita mengapresiasi SMK SMTI Pontianak yang telah menjalin kerjasama dengan industri dalam rangka link and match antara kompetensi keahlian dengan kebutuhan industri. (prakerin (sistem pendidikan ganda), silver expert, magang guru di industri, dan rekrutmen lulusan). Dan SMK SMTI Pontianak sudah menjalankan kebijakan tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa pemerintah saat ini juga terus melakukan pembenahan-pembenahan terhadap program Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Sedikitnya disebutkan terdapat lima langkah yang dilakukan. Diantaranya adalah

1. Pemerintah akan menyusun sistem informasi pasar kerja.

2. Membenahi SMK atau sekolah kejuruan yang akan dikembangkan dengan berbasis kompetensi link and match atau penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan.

3. Membenahi pendidikan tinggi vokasi

4. Membenahi pelatihan vokasi termasuk kursus keterampilan

5. dan mengembangkan sistem penjaminan mutu.

"Ini semua bisa berjalan dengan baik jika ada kolaborasi bersama. Maka perlu adanya kolaborasi seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dunia usaha dan industri, serta pihak lainnya," tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved