Bareskrim Ungkap Praktik Ilegal Logging di Kalbar, Polda Imbau Masyarakat Lapor Bila Dapat Informasi

Bermodus menggunakan dokumen legal yang digunakan berulang kali, praktik ilegal logging yang dijalankan 3 perusahaan di Kabupaten Kubu Raya Kalbar

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri saat mengecek kayu olahan hasil ilegal logging di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat 24 September 2022 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Barat mengungkap praktik ilegal Loging di Kalbar.

Bermodus menggunakan dokumen legal yang digunakan berulang kali, praktik ilegal logging yang dijalankan 3 perusahaan di Kabupaten Kubu Raya Kalbar berhasil mengekspor kayu olahan hingga ke Eropa dan Korea Selatan.

Atas pengungkapan tersebut, Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menggelar konferensi pers di lokasi perusahaan pengolahan kayu / saumil di desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat para Jumat 23 September 2022.

Baca juga: Agus Sutomo Sebut Pemerintah Perlu Perhatikan Kebijakan dalam Menentukan Ilegal Logging

Satu orang pria berinisial S ditetapkan sebagai tersangka, S merupakan sosok pengendali ketiga perusahaan tersebut yang mengambil kayu dari hutan tanpa izin kemudian diolah menjadi kayu untuk dijual.

Atas kasus yang diungkap Bareskrim tersebut, Polda Kalbar melalui Kabid Humas Kombespol Raden Petit Wijaya menyampaikan bahwa Polda Kalbar berkomitmen penuh untuk memberantas praktik ilegal loging yang terjadi.

"Kami pasti akan memberantas, namanya inikan ilegal, ini juga kerja sama kita dengan Bareskrim," ujarnya.

Kepada masyarakat, ia menghimbau untuk memberikan informasi kepada Kepolisian bilamana mengetahui adanya praktik - praktik ilegal di lingkungannya.

"Seperti ini kan perizinan lengkap semua, tetapi ternyata sumber kayunya yang bermasalah, oleh sebab itu kami meminta masyarakat untuk memberikan informasi kepada Polda Kalbar atau Polres, dan diharapkan informasinya benar-benar valid," tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved