Fatwa MUI No 32/2022 Perbolehkan Sapi Bergejala Ringan PMK Dijadikan Hewan Kurban

Upaya pengobatan terhadap hewan yang terinfeksi baik yang sudah tampak bergejala klinis maupun yang belum bergejala kata Munsif terus menerus harus di

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/File Tribun
Kepala Dinas Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat (Kalbar) Muhammad Munsif mengatakan berdasarkan Fatwa MUI No 32/2022 memperbolehkan sapi bergejala ringan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dijadikan hewan kurban.

"Setiap lokasi pemotongan hewan qurban yang telah direkomendasikan dinas harus dipastikan oleh para dokter hewan berwenang dan petugas paramedik yang bertugas mengawasi pemotongan. Telah memiliki sarana dan prasarana minimal yang disyaratkan termasuk bak perebusan bagian jeroan, kaki dan kepala dari sapi kurban terinfeksi PMK ringan yang dipotong dengan air mendidih minimal selama 30 menit untuk mematikan sumber virusnya," ujar Munsif pada Rabu 29 Juni 2022.

Upaya pengobatan terhadap hewan yang terinfeksi baik yang sudah tampak bergejala klinis maupun yang belum bergejala kata Munsif terus menerus harus diupayakan.

Sudah 1.447 Kasus Positif PMK di Kalimantan Barat, Sintang Masih Zona Hijau

Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan agar lebih banyak lagi hewan terinfeksi PMK bisa pulih dan sehat kembali.

Demikian pula untuk hewan-hewan terutama sapi dan kambing yang masih sehat di setiap zona desa atau kecamatan yang berstatus hijau. 

"Saat ini tengah dilakukan upaya vaksinasi guna menginduksi produksi antibodi dalam tubuh hewan yang bersangkutan sehingga menjadi imun terhadap resiko terpapar virus PMK. Melalui kedua upaya strategis tersebut kita optimis laju penambahan kasus secara bertahap dapat ditekan. Sebaliknya hewan ternak yang terpapar semakin besar prosentasinya yang dapat disembuhkan," ujarnya.

Munsif mengatakan pemerintah dan pemda bukan saja tengah intensif menangani wabah PMK ini namun juga tengah menyiapkan santunan kepada setiap ekor sapi peternak terinfeksi PMK.

Tak hanya yang mati karena gagal disembuhkan maupun yang harus dipotong dini untuk mencegahnya menjadi sumber infeksi di zona baru.

"Melalui upaya nyata tersebut kami ingin yakinkan kepada masyarakat bahwa pemerintah dan pemerintah daerah hadir mengatasi wabah PMK yang dirasakan para peternak, pedagang sapi dan daging serta masyarakat luas yg merasakan dampaknya," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved